Namaku Wirawan, Adi Wirawan

Begins with a prayer ends with victory

Teturus

with 2 comments

EywaNjenengan tahu Eywa? Eywa dalam cerita Film antah berantah Avatar merupakan arwah murni dari nenek moyang. Cukup diketahui cerita Eywa ini hanya cerita imajinasi saja, bukan benar adanya. Eywa dalam cerita Avatar tersebut merupakan arwah yang dipercaya mengatur semua yang ada di bumi ini. Semua kehidupan suku Avatar diatur sepenuhnya oleh Eywa ini, arwah nenek moyang yang mengatur perguliran kehidupan.

Syahdan, suku Avatar diserang oleh serombongan manusia langit, begitulah suku Avatar memberi julukan. Manusia langit berusaha untuk merelokasi suku Avatar dari kediaman mereka, akan tetapi karena kecintaan mereka pada lokasi mereka maka suku Avatar mempertahankan dengan mati matian lokasi turun temurun mereka.

Adalah Jake Sully, yang sebenarnya manusia langit dikirim ke suku Avatar oleh manusia langit untuk memudahkan proses relokasi. Akan tetapi proses negosiasi tidak berhasil dan masa hidup Jake Sully di suku Avatar sudah habis serta karena proses berkepanjangan yang ternyata membuat Jake Sully tiba-tiba menjadi seorang panglima suku Avatar yang membela suku Avatar dengan Toruc Macto nya.

Apa daya kondisi persenjataan dan materi militer yang dimiliki suku Avatar walaupun sudah dikerahkan dari banyak suku tetap saja kalah dengan manusia langit dengan persenjataan lengkap dan materi militer yang dahsyat menghancurkan.

Maka bersimpuhlah Jake Sully, sebuah getaran, sebuah keluhan, sebuah ratapan berat ada di dalam diri Jake Sully, tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Semua usaha telah dilakukan, kemungkinan untuk bisa mempertahankan lokasi suku Avatar bagaikan bintang yang sukar untuk diraih cahyanya. Eywa adalah tujuan Jake Sully, arwah nenek Moyang yang dipercaya mampu membantu dalam tugas berat hidup yang terlihat berat untuk diselesaikan dengan kemampuan saat ini.

Eywa merupakan teturus bagi Jake Sully, pada cerita Imajinasi yang di luar akal sehat ini.

Nabi Muhammad, sebagai seorang Nabi yang diutus untuk mengkomplitkan Islam pernah dihadapkan pada peristiwa perang yang sungguh sulit.

Perang Badar, perang yang begitu berat sehingga Allah sudah menjamin bahwa sahabat badar pasti akan masuk Surga.

Dalam Badar tersebut, bukan perang besar yang diharapkan oleh Nabi Muhammad akan tetapi niatan untuk mencegat kafilah dagang Qurays itulah yang diinginkan. Akan tetapi ternyata persenjataan kafilah begitu komplit dan ketimpangan jumlah tentara Qurays dan tentara Muslim begitu besar. Hal yang tidak masuk akal untuk menang dalam keadaan tersebut. Hal yang musykil pada perang tersebut kaum Muslimin bisa menang dalam pertempuran yang tidak bisa terhindarkan lagi tersebut.

Pada saat itulah, Nabi Muhammad, manusia yang dilebihkan oleh Allah, menengadahkan tangan, memohon dengan sangat, beban kehidupan sungguh sangat berat. Ketimpangan materi militer yang besar membuat kemungkinan untuk menang menjadi limit kosong yang menjadi ketidakmungkinan untuk menang melawan kaum Qurays. Sehingga dalam getir doa pengharapan yang kuat kepada satu-satunya yang kuasa untuk segalanya Nabi berdoa, “Jikalau dalam perang Badar tersebut kaum Muslimin kalah maka Engkau ya Allah tidak akan disembah selama-lamanya di Dunia”.

Sebuah pengharapan yang sudah pada titik puncak pengharapan, ketika sudah tidak ada yang lagi pantas diharap kecuali dari sang Maha pengharapan.

Allah, satu-satunya Dzat yang dijadikan penolong oleh Nabi Muhammad pada kondisi yang super sulit itu.

Dan pada akhir cerita Jake Sully dengan Eywanya yang hanya imajinasi saja dan Tarikh Nabi Muhammad dengan doanya pada Allah SWT yang nyata benarnya, kemenangan menjadi sebuah keniscayaan. Berawal dan berpangkal pada keyakinan pada teturus yang dimiliki.

Kita semua punya teturus, The Soul That We Cry On, tempat kita menengadahkan tangan, memohon, mengiba, menumpahkan segala keluh kesah tentang kehidupan, ketika semua terasa berat dan kita tidak yakin untuk menuntaskan semua beban yang ada. Mari datang pada teturus kita, tumpahkan segala masalah yang ada, pintalah semuanya, semua yang terasa berat untuk dituntaskan.

Njenengan, saya dan kita semua pasti sudah paham siapa teturus kita, the soul that we can cry on.

Ada sebuah runtutan kalimat yang sempat terlihat :
Berhentilah berkeluh kesah mencaci maki kegelapan,lebih baik nyalakan cahaya untuk pelita kehidupan
Keluhan tak akan menolong jiwa yang resah kecuali hati makin terhimpit gundah
Sekali lagi, berhentilah berkeluh kesah, meratapi nasib menuding takdir
Di sini, keluh kesah adalah sampah
Di tempat ini, ratapan adalah sia-sia
Maka, tegakkanlah wajahmu, kepalkan tinjumu
Dan percikkan sebuah kata bermakna yang menggubah segala

image taken from : http://www.celluloidfun.com

Written by adi wirawan

February 9th, 2010 at 8:37 pm

Posted in Syahdan

Tagged with ,

2 Responses to 'Teturus'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Teturus'.

  1. bukan suku avatar tapi na’vi…lebih baik segera menyalakan lilin dari pada terus memaki gelap..

    john wage s

    18 Feb 10 at 2:23 pm

  2. Semacam pernah dengar status kayak gitu … he he he

    adi wirawan

    19 Feb 10 at 1:58 am

Leave a Reply