Kalau kemarau galau, tentang turunnya hujan dari jaring-jaring langit.
Maka katakan, hujan pasti datang!!!
Dia akan datang dengan begitu anggunnya, berteman seruling alam yang menyanyi sajak kesyukuran, berkencana megahnya pelangi, bermahkota gemerlapnya matahari, berjubah langit senja merona. Indah, menyejukkan dan mencukupkan.
Lalu kenapa harus tergesa memaksa langit memahat kokoh dindingnya, biarkan saja langit menetapkan waktu yang tepat untuk mengguyur punggung bumi, biarkan saja anggunnya hujan menyibukkan menyiapkan diri menawarkan indah parasnya, biarkan saja hujan menunggu saat yang tepat untuk menyapa kemarau yang galau.
Sabar!!! Katakan dengan lantang kepada kemarau untuk tetap sabar
Ungkap bahwa kemarau-pun tetap harus menyiapkan diri, membiarkan hujan layak untuk menyapa dirinya lagi, dan pada saatnya semua akan indah pada waktunya.















manteb tenan pilihan kata-katamu.. pujangga tenan mas adi ki
..it’s true that Language is powerfuL..
@Danan Panggih
pujangga? Aku perlu banyak belajar dari mu mas danan
@I
as usual, “kata adalah senjata”
bagaimana pun dikejar malah kepontal-pontal..
@john wage s
lebih baik mengejar daripada diam tertindas
hujan dan kemaru kan saling melengkapi. Ketika hujan tiba hatiku bahagia, karena mantol menjadi laris, dan bila kemarau mengganti hujan, hatuku menjadi senang karena es ku juga tambah laris.
Alhamdulillah