Hari ini adalah hari Senin, dan kemarin adalah hari Minggu 4 September 2011, dan kemungkinan kalau masih ada hari, nantinya kita akan bertemu dengan hari selasa, dengan hari rabu, dengan tanggal 10 ataupun tanggal 11 September 2011 nantinya .
Bahwasanya, beberapa kali saya mendengar istilah rangiro dari beberapa pembicara pada beberapa kesempatan.
Iya, rangiro.
Terdengar asing, terdengar aneh, tapi memang begitulah adanya beberapa pembicara menyebutnya. Rangiro, kepanjangan dari ora ngiro , tidak mengira, tidak menyangka, unpredictable, mek bedunduk, mak jegagik.
Orangiro kita sebesar ini, orangiro njenengan sebesar itu, tidak mengira kita mendapatkan jabatan ini, tidak menyangka kita bisa sampai prestasi yang kita dapatkan sampai sekarang, mak jegagik kita bisa sampai di sini, di tempat njenengan duduk sekarang, di jabatan yang njenengan punyai, di kesempatan prestasi yang anda miliki. Apa saja.
orangiro, unpredictable.
Tidak menjadi mengapa tentunya kalau saja yang kita capai sampai sekarang membahagiakan hati. Tapi menjadi derita rasanya kalau yang kita alami saat ini, tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Tidak sesuai dengan rencana kita, menggerus kulit hati yang kita miliki. Sakit, nelangsa.
Tapi sidang pembaca semuanya, biarlah saya yakinkan pada diri saya sendiri atau mungkin njenengan semuanya. Bahwa hidup bukan hanya ini sahaja, hidup tidak akan selesai pada titik ini. Masih ada keajaiban-keajaiban lain yang menunggu kita. Masih banyak kejutan menyenangkan untuk kita tuju bersama.
Mengambil kata dari bapak Steve Jobs si bos Apple, ipad, iphone pada acara wisuda di stanford , “you can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards” . Bahwa kita tidak dapat menghubungkan titik-titik masa depan ke depan, kita hanya dapat menghubungkan titik-titik tersebut ke belakang. Mungkin sekarang kita belum paham apa rencana yang maha kuasa dari para penguasa tentang hidup kita, apa jadinya kita nantinya, dengan keadaan seperti apa kita akan berada.
Tapi yakinlah, kalau sampai waktunya, kita akan berada pada suatu waktu di mana kita akan menyadari bahwa semua tetap indah pada waktunya.
Jadi, mari berdoa kepada siapa seharusnya kita meminta, penuhi kerja yang seharusnya kita ada, lalui setiap keadaan yang ada dan bersama kita tuju keajaiban milik kita.















mak benduduk..
tak pikir arep crito opo crito mas jos, kan lagi rame wong curhat neng FB kae
curhat ning fb ndak kakean wong reti cak, mending curhat ning blog…kemungkinan oleh dolar, yo ono
mas mbok nulis buku, apek e tulisanmu, kan Bentang enek buku jdule NASIONAL.IS.ME, kw mbok gawe buku seng judule ISLAM.IS.ME, tak terbitke mas, ak karo kancaku gawe penerbitan,
#afandi : weh punya penerbitan…keren keren..suk ya nek meh gawe buku dirimu tak kontak ndi