<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Namaku Wirawan, Adi Wirawan &#187; Syahdan</title>
	<atom:link href="http://adiwirawan.net/post/category/syahdan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwirawan.net</link>
	<description>Begins with a prayer ends with victory</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 09:28:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Milestone</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/milestone/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/milestone/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 06:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Kita memang butuh yang namanya milestone. Tonggak sejarah.
Milestone untuk memperlihatkan berapa jauh kita telah melangkah, berapa pencapaian yang sudah kita wujudkan pencapaiannya, berapa tujuan yang belum kita capai kewujudannya, berapa kerja yang sudah atau belum kita lakukan, dan yang paling penting tentunya berapa syukur yang seharusnya kita panjatkan. Kepada Allah tentunya.
Tonggak sejarah yang bisa kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita memang butuh yang namanya milestone. Tonggak sejarah.</p>
<p>Milestone untuk memperlihatkan berapa jauh kita telah melangkah, berapa pencapaian yang sudah kita wujudkan pencapaiannya, berapa tujuan yang belum kita capai kewujudannya, berapa kerja yang sudah atau belum kita lakukan, dan yang paling penting tentunya berapa syukur yang seharusnya kita panjatkan. Kepada Allah tentunya.</p>
<p>Tonggak sejarah yang bisa kita ukirkan di mana saja, di buku, di blog atau di mana saja, tulis saja, ukir saja, lalu suatu waktu kita akan menilik kembali kepada ukiran lama kita. Setelah beberapa lama.</p>
<p>Dan pada saatnya juga kita akan tersenyum indah untuk menghatur syukur betapa luar biasanya nikmat, rencana dan misteri yang Allah berikan pada hidup kita ini. Allahuakbar.</p>
<p>Mungkin kita akan menulis tentang warna hidup kita sekarang ini, ungu, hijau yang kekuning-kuningan, abu-abu samar.</p>
<p>Mungkin juga kita akan menggambarkan pola juga, garis-garis tak berpola, berputar-putar. Tulis saja, gambar saja. Mungkin pola dan warnanya menunjukkan kegamangan. Tulis saja. Karena saat itu sejarah memang baru mengajak anda menelusuri jejak zaman seperti itu.</p>
<p>Karena semua ada masanya. Karena semua ada jalannya. Maka lalui dan nikmati saja kawan.</p>
<p>#minggu-jalan-zaman-solo-jogja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/milestone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontemplasi</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/kontemplasi/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/kontemplasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 02:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/kontemplasi/</guid>
		<description><![CDATA[Facebook
Saya kembali men-deactivate account facebook saya. Semoga hal ini tidak menjadikan kurang berkenannya tulisan ini bagi njenengan semua, sidang pembaca yang budiman. Toh saya juga kurang begitu aktif dalam ber-status ria, saya lebih banyak berkomentar pada sahabat-sahabat saya, kemungkinanan pada status njenengan juga.
Hal ihwal penonaktifan facebook saya, tentu bermuara pada suatu makhluk yang namanya kenyamanan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Facebook</strong></p>
<p>Saya kembali men-<em>deactivate account </em>facebook saya. Semoga hal ini tidak menjadikan kurang berkenannya tulisan ini bagi njenengan semua, sidang pembaca yang budiman. Toh saya juga kurang begitu aktif dalam ber-status ria, saya lebih banyak berkomentar pada sahabat-sahabat saya, kemungkinanan pada status njenengan juga.<span id="more-153"></span></p>
<p>Hal ihwal penonaktifan facebook saya, tentu bermuara pada suatu makhluk yang namanya kenyamanan. Kenyamanan untuk melihat status, kenyamanan untuk melihat komentar-komentar, kenyamanan pada keadaan, dan beberapa alasan kenyamanan lainnya.</p>
<p>Entahlah, tiba-tiba ketidaknyamanan ini muncul begitu saja. Mungkin suatu saat kalau pola kenyamanan sudah ditemukan saya akan kembali lagi, pada njenengan semua, sahabat-sahabat saya semuanya. Saya tidak sabar menunggu saat itu.</p>
<p><strong>Internet</strong></p>
<p>Koneksi internet di kontrakan saya sekarang memang sungguh menyedihkan, mengenaskan dan memprihatinkan. Untuk itulah, tidak ada koneksi lagi kalau langit malam datang, tidak ada lagi koneksi HSDPA menyapa. Tapi insya Allah saya tetap berkarya dan menikmati keadaan.</p>
<p>Mungkin juga karena tidak ada koneksi internet itu juga, beberapa pekerjaan terlihat lebih cepat selesai daripada sebelumnya.</p>
<p>Kalau biasanya saya mencari informasi dengan menggunakan google, untuk mencari semacam tutorial, semacam petunjuk, tapi yang lebih sering kalau malam datang, dan beberapa lokasi di bumi terbalut petang, Kaskus, facebook kadang lebih memberikan janji kesenangan untuk sesaat bahkan bersaat-saat berdamai dengan keadaan&#8230;menyedihkan memang.</p>
<p>Dan beginilah untuk sementara koneksi malam dihentikan.</p>
<p><strong>SMS</strong></p>
<p>Sms ini juga harus dipaksa untuk dikurangi pada &#8216;kasus-kasus&#8217; tertentu.</p>
<p style="text-align: center;">* * *</p>
<p>Memang ada saatnya kita harus belajar untuk berhenti, berhenti saja. Agar kita tersadar dan tahu jalan mana saja yang sudah kita lalui. sebelumnya.</p>
<p><span style="color: #999999;">Special thanks untuk seseorang yang telah memberikan teladan tentang waktu &#8216;berhenti&#8217;, kutunggu teladanmu selanjutnya : )</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/kontemplasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Mengerti, Yang Memahami</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/yang-mengerti-yang-memahami/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/yang-mengerti-yang-memahami/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2010 16:39:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>
		<category><![CDATA[darwis]]></category>
		<category><![CDATA[rush hour]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/yang-mengerti-yang-memahami/</guid>
		<description><![CDATA[#satu, dalam acara kepemudaan yang biasa dilakukan sesudah lebaran. Seorang teman yang ternyata tiada dinyana masih saja menjadi panitia dan tetap saja menjadi panitia untuk yang kesekian kalinya, menuju ke belahan bumi sebelah timur desa untuk mencari pemateri setelah pemateri sebelumnya mendadak berhalangan hadir.
Panitia yang lainnya mempersiapkan tempat yang nyatanya tiada mungkin bisa dipersiapkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>#satu, </strong>dalam acara kepemudaan yang biasa dilakukan sesudah lebaran. Seorang teman yang ternyata tiada dinyana masih saja menjadi panitia dan tetap saja menjadi panitia untuk yang kesekian kalinya, menuju ke belahan bumi sebelah timur desa untuk mencari pemateri setelah pemateri sebelumnya mendadak berhalangan hadir.</p>
<p>Panitia yang lainnya mempersiapkan tempat yang nyatanya tiada mungkin bisa dipersiapkan dalam sekejap mata. Setelah hari sebelumnya panitia yang lainnya, atau mungkin orangnya tetap saja sama, namun untuk menggambarkan betapa banyaknya panitia yang bekerja telah bertebaran tidak karuan untuk menyebarkan undangan. Tapi percayalah orang-orang yang terlibat hanya itu-itu sahaja.<span id="more-91"></span></p>
<p>Persiapan sudah dilakukan, pemateri yang 6 jam sebelumnya disiapkan dengan &#8216;<em>rush hour</em>&#8216;, undangan sudah disebarkan, lokasi acara sudah dipoles menor. Dan walhasil ketika acara berjalan, tetap saja masih ada yang sengaja dan tentu sangat sengaja menguap, menyublim berkali-kali sebagai tanda kebosanan fase akut.</p>
<p><strong>#dua, </strong>seorang teman yang menjadi seorang depeloper program, ber &#8216;<em>rush hour</em>&#8216; untuk mempersiapkan presentasi dari orang penting(katanya). Prinsip kejar tayang dilakukan, melakukan query dari pl/sql yang ternyata bisa memakan waktu berhari-hari.</p>
<p>Depeloper yang lain mempersiapkan antar muka yang harus diturut dari depeloper sebelumnya yang nyatanya tetap belum bisa terlacak semuanya dalam satu malam belaka. 1 Minggu total &#8216;<em>rush hour</em>&#8216; yang hampir saja mengikis cerita tentang khusuyu&#8217; nya ibadah di bulan Romadhon. Tapi tetap saja masih ada yang mengatakan &#8216;<em>oww&#8230;cuma seperti saja, saya kira bla bla bla bla&#8230;</em>&#8216;</p>
<p><strong>#tiga, </strong>melihat pertunjukkan jazz jalanan bersama teman, melihat pemain bass yang kelihatannya biasa saja, cuma memegang gagang bass kemudian satu persatu tali panjang yang kalau dipegang bisa berbunyi menghasilkan nada yang terdengar aneh. Dan orang-orang mulai menepukkan tangan satu dengan tangan yang lainnya. Sepertinya biasa saja. Tapi untung saja mulai teringat bahwa kegiatan paling spektakuler yang bisa saya lakukan adalah hafal kunci G semata.</p>
<p>Percaya saja, semua tinggal bagaimana angle, cara pandang memaknai semuanya untuk menghasilkan kesimpulan yang berakhir pada penutup daripada dasar teori dari penelitian yang ada. Bapak Darwis triadi sang maestro forography yang punya domain panjang tiada terkira senilai tiga puluh lima karakter itu pernah mengatakan yang intinya, &#8216;<em>semua tergantung dari angle pengambilan, tidak peduli kamera poket atau DLSR, kalau angle nya bagus hasilnya pasti bagus</em>&#8216;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/yang-mengerti-yang-memahami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Untuk Siapa?</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/bahasa-untuk-siapa/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/bahasa-untuk-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 16:08:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kabar njenengan di sana wahai &#8216;orang asing&#8217;, lama tak bersua, semoga sahaja semuanya baik adanya.
Entah angin jenis apa yang membuat saya kembali teringat sebuah pernyataan yang dari mana asalnya mengatakan bahwasanya rumput tetangga lebih hijau.
Ya! Untuk beberapa hal rumput tetangga memang lebih hijau. Untuk beberapa hal saja, beberapa.
Syahdan, konon, ketika sore nan syahdu di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kabar njenengan di sana wahai &#8216;orang asing&#8217;, lama tak bersua, semoga sahaja semuanya baik adanya.<br />
Entah angin jenis apa yang membuat saya kembali teringat sebuah pernyataan yang dari mana asalnya mengatakan bahwasanya rumput tetangga lebih hijau.</p>
<p>Ya! Untuk beberapa hal rumput tetangga memang lebih hijau. Untuk beberapa hal saja, beberapa.</p>
<p>Syahdan, konon, ketika sore nan syahdu di bawah rintikan dan rintihan hujan, sesudah belajar bersama, ada seorang rekan bertanya tentang arti kalimat dalam  bahasa Inggris pada brosur dekil di atas meja. Sebuah brosur promo produk yang tidak perlu saya jelaskan kembali, tentu njenengan tahu bahwasanya brosur promo tentu berisi tentang penawaran suatu produk, tentunya. <span id="more-68"></span></p>
<p>Hal yang menarik dilirik adalah frase yang ada. Karena kejarangan membaca bahasa Inggris serta keluguan ilmu, membuat bahasa aneh yang ada menjadikan sebuah penderitaan berkepanjangan. Bahasa-bahasa aneh, frase-rase membingungkan, kata-kata yang tidak dimengerti. Mungkin njenengan menyangka kata-kata yang ada merupakan bahasa latin dari senyawa kimia atau apalah namanya, tapi nyatanya bukan dan jelas bukan. Isinya merupakan penawaran produk yang menjelaskan cara kerja produk terkait.</p>
<p>Bisa saja orang lain paham dengan bahasa si penyampai brosur tadi, bisa saja.</p>
<p>Atau boleh jadi sudah jamannya bahwa bahasa negara luar menjadi lebih masyhur, lebih tinggi, lebih gawol, lebih bergaya dibanding dengan bahasa negara sendiri? Itu hanya perkiraan sahaja, saya belum membuat penelitian tentang hal ini, tapi boleh jadi.</p>
<p>Sehingga jangan terbengong keheranan, kalau eh kalau banyak teman Indonesia kita yang memasang status di fesbuk dengan bahasa Inggris. Sehingga jangan terbengong keheranan pula kalau banyak tulisan liar dari luar negeri dijadikan rujukan. Bukan karena isi yang tersurat tapi karena aura bahasa luar yang ternyata membutakan hati dan jiwa.</p>
<p>Sehingga pada masanya nanti, beberapa puluh atau ratus tahun mendatang ketika keturunan njenengan tanpa sengaja tersesat di halaman ini. Maka keturunan njenengan akan banyak dan sangat banyak bertanya tentang maksud tulisan yang ada di halaman ini, padahal dia orang Indonesia! Yang harusnya paham bahasa Indonesia!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/bahasa-untuk-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teturus</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/teturus/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/teturus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 01:37:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>
		<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[eywa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Njenengan tahu Eywa? Eywa dalam cerita Film antah berantah Avatar merupakan arwah murni dari nenek moyang. Cukup diketahui cerita Eywa ini hanya cerita imajinasi saja, bukan benar adanya. Eywa dalam cerita Avatar tersebut merupakan arwah yang dipercaya mengatur semua yang ada di bumi ini. Semua kehidupan suku Avatar diatur sepenuhnya oleh Eywa ini, arwah nenek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.celluloidfun.com/images/avatar1c1.jpg" alt="Eywa" width="300" align="left" />Njenengan tahu Eywa? Eywa dalam cerita Film antah berantah Avatar merupakan arwah murni dari nenek moyang. Cukup diketahui cerita Eywa ini hanya cerita imajinasi saja, bukan benar adanya. Eywa dalam cerita Avatar tersebut merupakan arwah yang dipercaya mengatur semua yang ada di bumi ini. Semua kehidupan suku Avatar diatur sepenuhnya oleh Eywa ini, arwah nenek moyang yang mengatur perguliran kehidupan.</p>
<p>Syahdan, suku Avatar diserang oleh serombongan manusia langit, begitulah suku Avatar memberi julukan. Manusia langit berusaha untuk merelokasi suku Avatar dari kediaman mereka, akan tetapi karena kecintaan mereka pada lokasi mereka maka suku Avatar mempertahankan dengan mati matian lokasi turun temurun mereka.<span id="more-23"></span></p>
<p>Adalah Jake Sully, yang sebenarnya manusia langit dikirim ke suku Avatar oleh manusia langit untuk memudahkan proses relokasi. Akan tetapi proses negosiasi tidak berhasil dan masa hidup Jake Sully di suku Avatar sudah habis serta karena proses berkepanjangan yang ternyata membuat Jake Sully tiba-tiba menjadi seorang panglima suku Avatar yang membela suku Avatar dengan Toruc Macto nya.</p>
<p>Apa daya kondisi persenjataan dan materi militer yang dimiliki suku Avatar walaupun sudah dikerahkan dari banyak suku tetap saja kalah dengan manusia langit dengan persenjataan lengkap dan materi militer yang dahsyat menghancurkan.</p>
<p>Maka bersimpuhlah Jake Sully, sebuah getaran, sebuah keluhan, sebuah ratapan berat ada di dalam diri Jake Sully, tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Semua usaha telah dilakukan, kemungkinan untuk bisa mempertahankan lokasi suku Avatar bagaikan bintang yang sukar untuk diraih cahyanya. Eywa adalah tujuan Jake Sully, arwah nenek Moyang yang dipercaya mampu membantu dalam tugas berat hidup yang terlihat berat untuk diselesaikan dengan kemampuan saat ini.</p>
<p>Eywa merupakan teturus bagi Jake Sully, pada cerita Imajinasi yang di luar akal sehat ini.</p>
<p>Nabi Muhammad, sebagai seorang Nabi yang diutus untuk mengkomplitkan Islam pernah dihadapkan pada peristiwa perang yang sungguh sulit.</p>
<p>Perang Badar, perang yang begitu berat sehingga Allah sudah menjamin bahwa sahabat badar pasti akan masuk Surga.</p>
<p>Dalam Badar tersebut, bukan perang besar yang diharapkan oleh Nabi Muhammad akan tetapi niatan untuk mencegat kafilah dagang Qurays itulah yang diinginkan. Akan tetapi ternyata persenjataan kafilah begitu komplit dan ketimpangan jumlah tentara Qurays dan tentara Muslim begitu besar. Hal yang tidak masuk akal untuk menang dalam keadaan tersebut. Hal yang musykil pada perang tersebut kaum Muslimin bisa menang dalam pertempuran yang tidak bisa terhindarkan lagi tersebut.</p>
<p>Pada saat itulah, Nabi Muhammad, manusia yang dilebihkan oleh Allah, menengadahkan tangan, memohon dengan sangat, beban kehidupan sungguh sangat berat. Ketimpangan materi militer yang besar membuat kemungkinan untuk menang menjadi limit kosong yang menjadi ketidakmungkinan untuk menang melawan kaum Qurays. Sehingga dalam getir doa pengharapan yang kuat kepada satu-satunya yang kuasa untuk segalanya Nabi berdoa, &#8220;Jikalau dalam perang Badar tersebut kaum Muslimin kalah maka Engkau ya Allah tidak akan disembah selama-lamanya di Dunia&#8221;.</p>
<p>Sebuah pengharapan yang sudah pada titik puncak pengharapan, ketika sudah tidak ada yang lagi pantas diharap kecuali dari sang Maha pengharapan.</p>
<p>Allah, satu-satunya Dzat yang dijadikan penolong oleh Nabi Muhammad pada kondisi yang super sulit itu.</p>
<p>Dan pada akhir cerita Jake Sully dengan Eywanya yang hanya imajinasi saja dan Tarikh Nabi Muhammad dengan doanya pada Allah SWT yang nyata benarnya, kemenangan menjadi sebuah keniscayaan. Berawal dan berpangkal pada keyakinan pada teturus yang dimiliki.</p>
<p>Kita semua punya teturus, The Soul That We Cry On, tempat kita menengadahkan tangan, memohon, mengiba, menumpahkan segala keluh kesah tentang kehidupan, ketika semua terasa berat dan kita tidak yakin untuk menuntaskan semua beban yang ada. Mari datang pada teturus kita, tumpahkan segala masalah yang ada, pintalah semuanya, semua yang terasa berat untuk dituntaskan.</p>
<p>Njenengan, saya dan kita semua pasti sudah paham siapa teturus kita, the soul that we can cry on.</p>
<p>Ada sebuah runtutan kalimat yang sempat terlihat :<br />
<em>Berhentilah berkeluh kesah mencaci maki kegelapan,lebih baik nyalakan cahaya untuk pelita kehidupan<br />
Keluhan tak akan menolong jiwa yang resah kecuali hati makin terhimpit gundah<br />
Sekali lagi, berhentilah berkeluh kesah, meratapi nasib menuding takdir<br />
Di sini, keluh kesah adalah sampah<br />
Di tempat ini, ratapan adalah sia-sia<br />
Maka, tegakkanlah wajahmu, kepalkan tinjumu<br />
Dan percikkan sebuah kata bermakna yang menggubah segala</em></p>
<p>image taken from : http://www.celluloidfun.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/teturus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

