Archive for the ‘Syahdan’ Category
Milestone
Kita memang butuh yang namanya milestone. Tonggak sejarah.
Milestone untuk memperlihatkan berapa jauh kita telah melangkah, berapa pencapaian yang sudah kita wujudkan pencapaiannya, berapa tujuan yang belum kita capai kewujudannya, berapa kerja yang sudah atau belum kita lakukan, dan yang paling penting tentunya berapa syukur yang seharusnya kita panjatkan. Kepada Allah tentunya.
Tonggak sejarah yang bisa kita ukirkan di mana saja, di buku, di blog atau di mana saja, tulis saja, ukir saja, lalu suatu waktu kita akan menilik kembali kepada ukiran lama kita. Setelah beberapa lama.
Dan pada saatnya juga kita akan tersenyum indah untuk menghatur syukur betapa luar biasanya nikmat, rencana dan misteri yang Allah berikan pada hidup kita ini. Allahuakbar.
Mungkin kita akan menulis tentang warna hidup kita sekarang ini, ungu, hijau yang kekuning-kuningan, abu-abu samar.
Mungkin juga kita akan menggambarkan pola juga, garis-garis tak berpola, berputar-putar. Tulis saja, gambar saja. Mungkin pola dan warnanya menunjukkan kegamangan. Tulis saja. Karena saat itu sejarah memang baru mengajak anda menelusuri jejak zaman seperti itu.
Karena semua ada masanya. Karena semua ada jalannya. Maka lalui dan nikmati saja kawan.
#minggu-jalan-zaman-solo-jogja
Kontemplasi
Saya kembali men-deactivate account facebook saya. Semoga hal ini tidak menjadikan kurang berkenannya tulisan ini bagi njenengan semua, sidang pembaca yang budiman. Toh saya juga kurang begitu aktif dalam ber-status ria, saya lebih banyak berkomentar pada sahabat-sahabat saya, kemungkinanan pada status njenengan juga. Read the rest of this entry »
Yang Mengerti, Yang Memahami
#satu, dalam acara kepemudaan yang biasa dilakukan sesudah lebaran. Seorang teman yang ternyata tiada dinyana masih saja menjadi panitia dan tetap saja menjadi panitia untuk yang kesekian kalinya, menuju ke belahan bumi sebelah timur desa untuk mencari pemateri setelah pemateri sebelumnya mendadak berhalangan hadir.
Panitia yang lainnya mempersiapkan tempat yang nyatanya tiada mungkin bisa dipersiapkan dalam sekejap mata. Setelah hari sebelumnya panitia yang lainnya, atau mungkin orangnya tetap saja sama, namun untuk menggambarkan betapa banyaknya panitia yang bekerja telah bertebaran tidak karuan untuk menyebarkan undangan. Tapi percayalah orang-orang yang terlibat hanya itu-itu sahaja. Read the rest of this entry »