<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Namaku Wirawan, Adi Wirawan &#187; one day</title>
	<atom:link href="http://adiwirawan.net/post/category/one-day/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwirawan.net</link>
	<description>Begins with a prayer ends with victory</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 08:35:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dunia Penuh Keajaiban</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/dunia-penuh-keajaiban/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/dunia-penuh-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 02:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari. Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana rencana-rencana hidup terurai dan terejawantahkan dalam keseharian namun tetap saja kekuasaan yang Maha kuasa yang tetap akan menggenggam semuanya. Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="amazing life" src="http://www.chilloutpoint.com/images/2010/04/amazing-non-photoshopped-pictures/amazing-non-photoshopped-photos-04.jpg" alt="" width="210" height="139" />Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.</p>
<p>Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana rencana-rencana hidup terurai dan terejawantahkan dalam keseharian namun tetap saja kekuasaan yang Maha kuasa yang tetap akan menggenggam semuanya.</p>
<p>Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Kita lihat berapa banyak orang bertumbangan dalam perjalanan, kita lihat berapa banyak orang akhirnya mengibarkan bendera setengah tiang, kita lihat berapa banyak orang mundur teratur, mungkin mereka lupa kita masih hidup di zaman yang hebat, zaman penuh keajaiban.</p>
<p>Kita hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan. Di mana tabir rahasia masa depan dibentangkan untuk dipilih kemudian ditentukan.</p>
<p>Kita hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan. Di mana harapan kemarin hari kadang tak sama dengan kenyataan pada saat ini.</p>
<p>Tapi, kita masih hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan, yang memberikan rasa harap dan cinta yang mendalam untuk mereka yang masih percaya akan terwujudnya kesyukuran. Karena ini zaman keajaiban, zaman milik kita semua.</p>
<p>Dan akhirnya keajaiban sering diberikan kepada mereka yang masih percaya!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/dunia-penuh-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Semuanya</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/untuk-semuanya/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/untuk-semuanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 08:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/untuk-semuanya/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk semua pengharapan, untuk bermacam ketidak berdayaan, untuk segala misteri yang ada di hadapan, untuk setiap ikhtiyar yang semoga berbuah keberkahan, untuk bercak prasangka, untuk titik kelemahan, untuk bertubi kealfaan. Untuk semuanya, biarkan Allah yang membuka setiap lembar keajaibannya. Untuk semuanya, biarkan doa dan keyakinan membuktikan pembuktiannya. Untuk semuanya,  biarkan waktu membuka cahaya misteri untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter" src="http://pemenangkehidupan.files.wordpress.com/2011/05/damarwulung-blogspot-com_doa.jpg" alt="Hope" width="175" height="259" />Untuk semua pengharapan, untuk bermacam ketidak berdayaan, untuk segala misteri yang ada di hadapan, untuk setiap ikhtiyar yang semoga berbuah keberkahan, untuk bercak prasangka, untuk titik kelemahan, untuk bertubi kealfaan.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk semuanya, biarkan Allah yang membuka setiap lembar keajaibannya.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk semuanya, biarkan doa dan keyakinan membuktikan pembuktiannya.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk semuanya,  biarkan waktu membuka cahaya misteri untuk semuanya.</p>
<p style="text-align: left;">Dan untuk semuanya&#8230;aku</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/untuk-semuanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>rangiro</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/rangiro/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/rangiro/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 07:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/rangiro/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini adalah hari Senin, dan kemarin adalah hari Minggu 4 September 2011, dan kemungkinan kalau masih ada hari, nantinya kita akan bertemu dengan hari selasa, dengan hari rabu, dengan tanggal 10 ataupun tanggal 11 September 2011 nantinya . Bahwasanya, beberapa kali saya mendengar istilah rangiro dari beberapa pembicara pada beberapa kesempatan. Iya, rangiro. Terdengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari Senin, dan <strong>kemarin adalah hari Minggu 4 September 2011</strong>, dan kemungkinan kalau masih ada hari, nantinya kita akan bertemu dengan hari selasa, dengan hari rabu, dengan tanggal 10 ataupun tanggal <strong>11 September 2011</strong> nantinya .</p>
<p>Bahwasanya, beberapa kali saya mendengar istilah rangiro dari beberapa pembicara pada beberapa kesempatan.</p>
<p>Iya, rangiro.<span id="more-141"></span></p>
<p>Terdengar asing, terdengar aneh, tapi memang begitulah adanya beberapa pembicara menyebutnya. Rangiro, kepanjangan dari ora ngiro , tidak mengira, tidak menyangka, unpredictable,<em> mek bedunduk, mak jegagik</em>.</p>
<p>Orangiro kita sebesar ini, orangiro njenengan sebesar itu, tidak mengira kita mendapatkan jabatan ini, tidak menyangka kita bisa sampai prestasi yang kita dapatkan sampai sekarang, mak jegagik kita bisa sampai di sini, di tempat njenengan duduk sekarang, di jabatan yang njenengan punyai, di kesempatan prestasi yang anda miliki. Apa saja.</p>
<p>orangiro, unpredictable.</p>
<p>Tidak menjadi mengapa tentunya kalau saja yang kita capai sampai sekarang membahagiakan hati. Tapi menjadi derita rasanya kalau yang kita alami saat ini, tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Tidak sesuai dengan rencana kita, menggerus kulit hati yang kita miliki. Sakit,  nelangsa.</p>
<p>Tapi sidang pembaca semuanya, biarlah saya yakinkan pada diri saya sendiri atau mungkin njenengan semuanya. Bahwa hidup bukan hanya ini sahaja, hidup tidak akan selesai pada titik ini. Masih ada keajaiban-keajaiban lain yang menunggu kita. Masih banyak kejutan menyenangkan untuk kita tuju bersama.</p>
<p>Mengambil kata dari bapak Steve Jobs si bos Apple, ipad, iphone pada acara <a href="http://www.youtube.com/watch?v=UF8uR6Z6KLc">wisuda di stanford</a> , <em>&#8220;<a href="http://news.stanford.edu/news/2005/june15/jobs-061505.html">you can&#8217;t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards</a>&#8221; . </em>Bahwa kita tidak dapat menghubungkan titik-titik masa depan ke depan, kita hanya dapat menghubungkan titik-titik tersebut ke belakang.  Mungkin sekarang kita belum paham apa rencana yang maha kuasa dari para penguasa tentang hidup kita, apa jadinya kita nantinya, dengan keadaan seperti apa kita akan berada.</p>
<p>Tapi yakinlah, kalau sampai waktunya, kita akan berada pada suatu waktu di mana kita akan menyadari bahwa semua tetap indah pada waktunya.</p>
<p>Jadi, mari berdoa kepada siapa seharusnya kita meminta, penuhi kerja yang seharusnya kita ada, lalui setiap keadaan yang ada dan bersama kita tuju keajaiban milik kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/rangiro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>facebook notifications</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/facebook-40-friends-awaiting-your-response/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/facebook-40-friends-awaiting-your-response/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 05:40:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/facebook-40-friends-awaiting-your-response/</guid>
		<description><![CDATA[Seems i already disable the function to send notifications on facebook.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seems i already disable the function to send notifications on facebook.<br />
<img src="http://adiwirawan.net/wp-content/uploads/2010/10/screenshot2.png" alt="Adi Wirawan Facebook Notification" width="537" height="284" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/facebook-40-friends-awaiting-your-response/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pesta Blogger Jogja 2010? Saya Tidak Akan Datang!</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/pesta-blogger-jogja-2010-saya-tidak-akan-datang/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/pesta-blogger-jogja-2010-saya-tidak-akan-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 17:10:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/pesta-blogger-jogja-2010-saya-tidak-akan-datang/</guid>
		<description><![CDATA[Saya? Tidak ikut pesta Blogger Jogja, rencananya. Saya tidak kunjung paham tentang apa yang dinamakan dengan semacam Pesta. Yang ada di kepala saya Pesta adalah pesta, berkumpul, bertemu banyak orang baru, menemukan energi baru. Menyenangkan, mencerahkan. Tapi untuk Pesta Blogger 2010 di Yogyakarta, di Purna Budaya UGM? Maaf untuk berat mengatakannya tapi rencananya saya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya? Tidak ikut pesta <a href="http://pbjogja.blogdetik.com" target="_blank">Blogger Jogja</a>, rencananya.</p>
<p>Saya tidak kunjung paham tentang apa yang dinamakan dengan semacam Pesta. Yang ada di kepala saya Pesta adalah pesta, berkumpul, bertemu banyak orang baru, menemukan energi baru. Menyenangkan, mencerahkan.<br />
<img src="http://adiwirawan.net/wp-content/uploads/2010/09/screenshot222.png" alt="Pesta Blogger Jogja 2010" /><br />
Tapi untuk <a href="http://pbjogja.blogdetik.com" target="_blank">Pesta Blogger 2010 di Yogyakarta</a>, di Purna Budaya UGM? Maaf untuk berat mengatakannya tapi rencananya saya tidak akan datang.<span id="more-114"></span></p>
<p><strong>Karena:</strong></p>
<p>Keinginan membantu seorang bapak menyiapkan semacam presentasi yang akan dibawa ke suatu tempat. Keinginan membenamkan program oracle di laptop bapak yang sama yang tak kunjung terselesaikan. Keinginan membenamkan program penataan lokasi di laptop yang sama yang tak berangsur terselesikan. Keinginan berdamai dengan keadaan untuk merampungkan persiapan presentasi untuk diserahkan satu hari kemudiannya. Kejar tayang.</p>
<blockquote><p>Pelajaran Pertama! Keinginan adalah sumber penderitaan, maka segera saja diselesaikan.</p></blockquote>
<p>Saya jadi tidak akan datang. Sabtu, 9 Oktober 2010. Buntu, belum ada pencerahan, bisa dipastikan bermalam di purna budaya bakal ditiadakan. Sepagian masih mencoba membenamkan bermacam aplikasi di laptop yang sama. Berfikir banyak cara, berfikir banyak alasan. Terlanjur Windows Compaq CQ 40 si bapak sudah diformat. Tapi tidak bisa menginstal ulang. Mengenaskan.</p>
<p>Mengajak beberapa teman membantu menyelesaikan instal ulang si laptop, tapi saya mendadak harus berangsur meninggalkan karena ada &#8216;tugas kenegaraan&#8217; yang tidak bisa ditinggalkan. Kemungkinan tidak ikut Pesta Blogger, semakin menganga lebarnya.</p>
<p>Ternyata eh ternyata &#8216;tugas kenegaraan&#8217; ditiadakan karena suatu hal.</p>
<p><strong>Dan:</strong></p>
<p>Sabtu, 9 Oktober 2010 Sore. Kembali pulang, kembali mencoba menyelesaikan. Kembali mencoba membenamkan Windows dan program yang dibutuhkan. Alhamdulillah. Ternyata eh ternyata Windows Compaq CQ40 bisa diinstal dengan Windows XP SP3 SATA. Setelah sekian musim, eh sekian hari akhirnya. Dan itu berarti nanti malam bisa ikut Pesta Blogger 2010. Akhirnya setelah penderitaan berkepanjangan.</p>
<blockquote><p>Pelajaran Kedua! Penderitaan adalah Hiburan, setelah kepuasan.</p></blockquote>
<p><strong>Maka:</strong></p>
<p>Walhasil kita di sini! Di tempat ini, di atas bumi yang sama kita injak ini, di Pesta Blogger Yogyakarta 2010, applause please.</p>
<p>Bingung, awalnya iya, tidak banyak yang saya kenal di sini. bahkan jumlah yang saya kenal dan semoga orang yang saya kenal mau mengakui mengenal sayapun jumlahnya bisa dihitung dengan jari kelingking di kaki dan tangan. Tapi ya inilah pesta, setiap orang berhak membuat panggung mereka sendiri.</p>
<p>Kabar punya kabar komunitas yang hadir adalah banyak jumlahnya ada Fiksimini Jogja, Kuliner Yogya, Resepmini, Plurker Jogja, Multiply Jogja, Koproler Jogja Solo, Plesetan Jogja, Bancakan, Jogtug, CahAndong, JogjaFlickr, Canting, Getux, Pendekar Tidar, Detik Semarang, Doscom, Cerita Jogja. Beraneka, dari beberapa kesukaan dan kesenangan di sini. Tapi sudah barang tentu sampai saya menulis ini saya masih yakin dengan keberagaman dan &#8216;guyub&#8217; nya beragam komunitas tempo hari tidak bisa menjadi alasan untuk saling memaki.</p>
<p>Setiap komunitas punya cita sendiri, setiap komunitas punya panggung sendiri, tapi satu visi saja yang menyatukannya, semacam republic creativity. Berbeda-beda tapi tetap saja bergerak memajukan republic yang sama. Republic Creativity. Seandainya saja panjenengan ada di sini, tentu bakal merasakannya. Serius.</p>
<p>Lalu menyenangkannya di bagian mana saja Pesta Blogger itu sendiri? Saya sendiri juga kurang paham dan mendadak jadi kurang bisa menjelaskan dengan lancar. Layaknya seperti masakan, kita kadang tidak paham bumbu apa yang menjadikannya menjadi nikmat, lezat dan dahsyat. Tapi yang jelas campuran, ramuan, komposisi serta aroma nya menjadikan kumpulannya menjadi nikmat. Begitu juga dengan kemarin (9 Oktober 2010), komposisi komunitas, aroma kebersamaan, serta ramuan &#8216;guyub&#8217; nya yang menjadikan sabtu malam kemarin bisa berkesan. Gut Jop, Ai Laik It!</p>
<p>Sudah, untuk Pesta Blogger selanjutnya panjenangan silahkan datang saja, kita tunggu di sana, dan mari bangun kebersamaan bersama.</p>
<blockquote><p>Pelajaran ketiga! Menulis dengan banyak kata ternyata melelahkan juga Tweeps ^^.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/pesta-blogger-jogja-2010-saya-tidak-akan-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Titan</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/titan/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/titan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Sep 2010 03:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>
		<category><![CDATA[puting beliung]]></category>
		<category><![CDATA[titan]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah cerita unik. Tentang Dewa yang marah akibat ulah kaumnya. Diawali tentang cerita kaumnya yang sudah mulai bosan dengan Dewa dan aturan yang diberikan oleh sang Dewa kepada makhluk atau kaumnya. Kebosanan pada taraf kritis, stadium lanjut, mengkhawatirkan. Sehingga pemberontakan pun terjadi sebagai bentuk bentrok kepada Dewa. Sekali lagi jemu belum lepas juga untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah cerita unik. Tentang Dewa yang marah akibat ulah kaumnya.</p>
<p>Diawali tentang cerita kaumnya yang sudah mulai bosan dengan Dewa dan aturan yang diberikan oleh sang Dewa kepada makhluk atau kaumnya. Kebosanan pada taraf kritis, stadium lanjut, mengkhawatirkan. Sehingga pemberontakan pun terjadi sebagai bentuk bentrok kepada Dewa.</p>
<p>Sekali lagi jemu belum lepas juga untuk menceritakan bahwa ini adalah cerita unik dan fiktif belaka.<span id="more-108"></span></p>
<p>Dalam pemberontakan tersebut digambarkan kaum, makhluk, menghancurkan simbol-simbol kekuatan dari sang maha Dewa. Patung agung yang sebagai gambaran keagungan agungnya Dewa dihancurkan berombong-rombong oleh kaumnya. Segala yang ada di bumi, kekayaan, kekuatan, kecantikan, ketampanan dicap sebagai usaha berkesinambungan tanpa campur tangan Dewa sama sekali. Kalaulah boleh digambarkan hampir seperti kita sekarang, nyaris menisbikan unsur Tuhan.</p>
<p>Dewa pun marah, murka, tiada tara.</p>
<p>Maka sebagai bentuk murka, Dewa dalam cerita unik ini mendatangi makhluknya untuk memberikan hukuman. Dari dikepungnya kerajaan yang berjaya pada masa itu, dimusnahkan kecantikan dari seorang permaisuri, dan permintaan tumbal untuk menyelamatkan kerajaan yang ada.</p>
<p>Mencekam dan sungguh mencekam keadaan pada cerita tersebut. Suasana gelap, semua kebingungan. Mungkin sama bingungnya dengan ketika angin dahsyat hari Sabtu, 25 September kemarin, yang membuat kebanyakan orang berhamburan dan hanya meminta belas dari Tuhan yang kuasa.</p>
<p>Pada cerita yang unik tersebut, akhirnya munculah seorang pejuang yang berjuang mati-matian untuk menyelamatkan kerajaan yang dalam suasana kritis tersebut. Berkelana mencari jawaban, membasmi musuh yang mengakibatkan kerajaan menjadi sandra kegelapan yang berkepanjangan.</p>
<p>Apakah suasana yang mencekam di daerah kita bisa diibaratkan dengan mencekamnya suasana kerajaan pada cerita unik ini? Apakah kita mungkin adalah titan titan kecil yang mulai memberontak pada Tuhan kita? Jawabnya mungkin saja.</p>
<p>Di akhir cerita unik tersebut, walhasil perjuangan untuk kembali mengembalikan kerajaan menjadi terang benderang berhasik dengan seksama. Dan berakhir dengan harmonisnya kembali hubungan Dewa dan makhluknya.</p>
<p>Dengan sedikit gelap saja tentunya, kesadaran sudah bisa dihadirkan. Lalu kapan sadar itu bisa singgah di tempat kita, dengan banyak gelap yang bersemayam sekarang?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/titan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Pencerah &#8211; Seberapa Kita Menjadi Tercerah</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/sang-pencerah-seberapa-kita-menjadi-tercerah/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/sang-pencerah-seberapa-kita-menjadi-tercerah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 23:02:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>
		<category><![CDATA[sasana]]></category>
		<category><![CDATA[Movie]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Pencerah]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/sang-pencerah-seberapa-kita-menjadi-tercerah/</guid>
		<description><![CDATA[Sekiranya yang namanya sejarah tentunya akan terulang. Adalah cerita tentang Muhammad Darwis ( Ihsan Taroreh ), pria muda yang selalu menempatkan pikiran selalu haus akan kebenaran. &#8216;Kehausan&#8217; ini pulalah yang mendorong Darwis muda untuk melenggang menuju Mekkah untuk menuntut Ilmu agama, agama Islam tentunya. Sepulang dari Mekkah, Muhammad Darwis mengganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Merasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adiwirawan.net/wp-content/uploads/2010/09/sang-pencerah.jpg" alt="Sang Pencerah Cover" /></p>
<blockquote><p>Sekiranya yang namanya sejarah tentunya akan terulang.</p></blockquote>
<p>Adalah cerita tentang Muhammad Darwis ( Ihsan Taroreh ), pria muda yang selalu menempatkan pikiran selalu haus akan kebenaran. &#8216;Kehausan&#8217; ini pulalah yang mendorong Darwis muda untuk melenggang menuju Mekkah untuk menuntut Ilmu agama, agama Islam tentunya.<span id="more-104"></span></p>
<p>Sepulang dari Mekkah, Muhammad Darwis mengganti nama menjadi Ahmad Dahlan.</p>
<p>Merasa hal yang tidak selayaknya mengakar terjadi di masyarakat, dari mulai penentuan arah Kiblat, budaya yang menuju ke arah Bid&#8217;ah / Sesat, K.H. Ahmad Dahlan merasa prihatin yang sangat dan tergerak untuk melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. Ulama kafir! akhirnya bersemat juga menjadi sebuah julukan yang mengakar di dirinya : sebuah konsekuensi dari orang yang berbeda.</p>
<p>Dan kerja keras K.H. Ahmad Dahlan pun dimulai, kerja keras yang diiringi tangis, keringat. Beruntung K.H.Ahmad Dahlan masih punya Allah, cita-cita, keinginan, beberapa kerabat dan Istri yang selalu ada untuknya. Yang akhirnya mengantarkan K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (yang mengikuti ajaran Nabi Muhammad) sebagai organisasi sosial.</p>
<p>Dan apakah cerita di film ini hanya reka-reka Hanung Bramantyo saja untuk menanggapi isu yang terjadi sekarang? Tentunya bukan, studi literatur, studi narasumber masih mengiringi berjalannya cerita di film ini.</p>
<p>Silahkan terhibur dengan menonton Film ini, silahkan membuat review, silahkan membuat kritikan tentang film ini, silahkan mencocokkan kondisi di film dengan kondisi masyarakat saat ini, silahkan melihat bahwa sejarah saat ini memang terulang, silahkan membuat kesimpulan inti yang membuat kita <strong>Tercerahkan</strong>.</p>
<p>Setiap kesimpulan akan berbeda tentunya di setiap mata, kepala dan jiwa.</p>
<p>cc : <a href="http://parisberkata.getux.com/" target="_blank">Eko Paris</a> , <a href="http://masmoe.wordpress.com/" target="_blank">Fajar Nugroho</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/sang-pencerah-seberapa-kita-menjadi-tercerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri 5 (lima) Menara</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/negeri-5-lima-menara/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/negeri-5-lima-menara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Sep 2010 12:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>
		<category><![CDATA[inspiring]]></category>
		<category><![CDATA[negeri 5 menara]]></category>
		<category><![CDATA[quote]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/negeri-5-lima-menara/</guid>
		<description><![CDATA[Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang Aku melihat air menjadi rusak kerena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang Singa jika tak tinggalkan sarang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/05/5_menara_ps_gm_contrast2.jpg" alt="Negeri 5 Menara" width="273" height="406" /></p>
<blockquote><p><em><a name="bawah_cover">Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman</a><br />
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang</em></p>
<p><em>Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan<br />
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang</em></p>
<p><em>Aku melihat air menjadi rusak kerena diam tertahan<br />
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang</em></p>
<p><em>Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa<br />
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran</em></p>
<p><em>Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam<br />
tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang</em></p>
<p><em>Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang<br />
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan</em></p></blockquote>
<p>***</p>
<p>Saya, memang menderita penyakit terlambat baca yang sangat akut, bahkan untuk buku yang sekaliber ini saja saya baru mulai beberapa bulan yang lalu, baru beberapa lembar tentunya.<span id="more-100"></span></p>
<p>Tenang hai tenang, saya tidak akan membahas tentang isi buku itu. Pada kesempatan yang membahagiakan dan fenomenal ini saya cuma ingin berbagi tulisan di bawah gambar cover buku itu saja. Itu saja??? Ya, tentu saja!!.</p>
<p>Kalau masih saja ada yang menarik dengan keras urat lehernya untuk meminta saya untuk mereview buku negeri 5 Menara Tersebut, maka dengan berbagai alasan tentunya saya akan menjawab :</p>
<p><strong>#satu</strong>, buku itu cuma pinjaman dari <a href="http://parisberkata.getux.com/" target="_blank">Eko Paris</a> <a href="http://www.plurk.com/ekoparis">Berseriyana</a> <a href="http://twitter.com/parisberkata">Yulianto</a>, (walaupun ini bukan alasan yang bisa diterima, tapi izinkan saya untuk menuliskannya di alasan pertama)</p>
<p><strong>#dua,</strong> saya belum selesai membaca kumpulan lembar per lembar yang menjadikannya sebuah buku</p>
<p><strong>#tiga</strong>, saya cuma ingin berbagi <a href="#bawah_cover">tulisan di bawah cover</a> itu saja, tentunya syah saja adanya</p>
<p><strong>#empat, </strong>sudah banyak link yang membahas buku itu, monggo ke TKP sahaja,</p>
<p>http://ndorokakung.com/2009/08/11/pesantren-pecas-ndahe</p>
<p>http://elmyranoork.blogspot.com/</p>
<p>http://public.kompasiana.com/2009/08/21/alam-pikiran-pesantren/#comments</p>
<p>http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=15144</p>
<p>http://metmetmettymet.blogspot.com/2009/08/making-of-negeri-5-menaras-cover.html</p>
<p>http://metmetmettymet.blogspot.com/2009/08/negeri-5-menara-book-cover.html</p>
<p>http://heryazwan.wordpress.com/2009/08/19/alam-pikiran-pesantren/</p>
<p>http://hardivizon.com/2009/08/19/keterpaksaan-berbuah-keberkahan/</p>
<p>http://kiwigraphy.blogspot.com/2009/08/negeri-5-menara.html</p>
<p>http://sambalacan.blogspot.com/2009/08/ikrar-keramat-dan-mantra-keramat.html</p>
<p>http://dyah22011996.blogspot.com/</p>
<p>http://silenzioso.wordpress.com/2009/08/</p>
<p>http://deboy10.blogspot.com/2009/08/review-book-negeri-5-menara.html</p>
<p>http://negeri5menara.com/index.php/the-news/73-review-negeri-5-menara</p>
<p><strong>#lima</strong>, terlalu banyak berlenggang di taman twitter, plurk dan facebook dengan keterbatasan jumlah karakter membuat energi mengetik agak panjang menjadi sebuah beban yang sungguh menyesakkan, semoga bisa dilatih untuk lebih baik lagi.</p>
<p>Sumber Gambar : kompasiana.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/negeri-5-lima-menara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bingar Emosi Masa</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/bingar-emosi-masa/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/bingar-emosi-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 03:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/post/bingar-emosi-masa/</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya mungkin ini yang dinamakan dengan bingar emosi masa, yang membawa kita pada pucuk masa. Inilah mungkin juga yang dinamakan dengan bingar emosi masa, yang membuat kita melewati suatu waktu tanpa tahu kenapa suatu waktu itu senantiasa ditunggu oleh kaum-kaum terdahulu. Tapi toh semua sudah selesai, tapi toh kita sekarang sudah di ujungnya, dan menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://adiwirawan.net/wp-content/uploads/2010/09/6485360-lg.jpg" alt="Emosi masa" width="416" height="279" /><br />
Akhirnya mungkin ini yang dinamakan dengan bingar emosi masa, yang membawa kita pada pucuk masa.<span id="more-89"></span></p>
<p>Inilah mungkin juga yang dinamakan dengan bingar emosi masa, yang membuat kita melewati suatu waktu tanpa tahu kenapa suatu waktu itu senantiasa ditunggu oleh kaum-kaum terdahulu.</p>
<p>Tapi toh semua sudah selesai, tapi toh kita sekarang sudah di ujungnya, dan menjadi manusia seperti apa kita sekarang? hanya yang &#8216;<em>kuasa melihat</em>&#8216; yang bisa memberikan penilaian.</p>
<p>Semoga &#8216;<em>sebulan</em>&#8216; kemarin dan hidup kita selanjutnya bukan hanya Bingar Emosi Masa belaka, bergelora tapi tak bermuara, semoga!</p>
<p>image : <a href="http://photo.net/photodb/member-photos?user_id=2231437" target="_blank">Rarindra Prakasa</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/bingar-emosi-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>127.0.0.1 facebook.com</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/127-0-0-1-facebook-com/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/127-0-0-1-facebook-com/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2010 23:39:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Baiklah, mungkin ini saatnya sekadar menghilang sebentar dari atmosfer facebook setidaknya untuk lokal komputer jinjing ini saja. Untuk sementara semoga. Saya tidak menangis akan hal ini, pun njenengan juga. Toh ketidakaktifan di facebook belum cukup menjadi alasan untuk selesai ber &#8216;keep in touch&#8216; an dengan njenengan semua. Beberapa account saya masih setia menerima pesan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baiklah, mungkin ini saatnya sekadar menghilang sebentar dari atmosfer facebook setidaknya untuk lokal komputer jinjing ini saja. Untuk sementara semoga.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-77" title="facebook sudo gedit /etc/hosts" src="http://adiwirawan.net/wp-content/uploads/2010/09/screenshot1.png" alt="facebook sudo gedit /etc/hosts" width="432" height="60" /></p>
<p><span id="more-76"></span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-79" title="facebook gedit /etc/hosts" src="http://adiwirawan.net/wp-content/uploads/2010/09/screenshot2.png" alt="facebook gedit /etc/hosts" width="426" height="43" /></p>
<p>Saya tidak menangis akan hal ini, pun njenengan juga. Toh ketidakaktifan di facebook belum cukup menjadi alasan untuk selesai ber &#8216;<em>keep in touch</em>&#8216; an dengan njenengan semua. Beberapa account saya masih setia menerima pesan dari saya dan kita semua.</p>
<p>Njenengan bisa kontak saya di :</p>
<p>Plurk : <a href="http://www.plurk.com/add_" target="_blank">http://www.plurk.com/add_</a></p>
<p>Twitter : <a href="http://twitter.com/adiwirawan">http://twitter.com/adiwirawan</a></p>
<p>Phone : +62856xxx</p>
<p>Sekian dan terimakasih!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/127-0-0-1-facebook-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

