Namaku Wirawan, Adi Wirawan

Begins with a prayer ends with victory

Baiklah

with 2 comments

Baiklah, biarlah kukatakan selayaknya ku mengangguk juga saat kau, seorang bijak mengatakan bahwa “ketika cahaya atau yang disangka cahaya itu datang, maka silaunya boleh jadi membutakan mata”.

Kala itu lubang udara memang tidak segersang sekarang, kala itu pintu langit memang tidak sekelam sekarang, kala itu pijar cahaya memang tidak segemerlap dan semegah sekarang. Sehingga acuhnya mukaku menjadikan getir pada dinding-dinding nadimu.

Sadar itu memang datang di belakang jalan.

Nyatanya memang benar! cahaya yang terlalu cepat datang itu menyilaukan, sungguh menyilaukan dan melenakan jalan.

Maka dengan seizinmu jugalah satu dari kalimat saktimu itu akan tergunakan.

Semoga,

Written by Adi Wirawan!

May 13th, 2010 at 11:52 am

Posted in sasana

2 Responses to 'Baiklah'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Baiklah'.

  1. hmmm…semoga :)

    efi

    25 May 10 at 2:24 am

  2. Aku tidak mudeng dengan kata-katamu kaka…

    Fajar2908

    28 Jun 10 at 4:35 am

Leave a Reply