Baiklah

Baiklah, biarlah kukatakan selayaknya ku mengangguk juga saat kau, seorang bijak mengatakan bahwa “ketika cahaya atau yang disangka cahaya itu datang, maka silaunya boleh jadi membutakan mata”.

Kala itu lubang udara memang tidak segersang sekarang, kala itu pintu langit memang tidak sekelam sekarang, kala itu pijar cahaya memang tidak segemerlap dan semegah sekarang. Sehingga acuhnya mukaku menjadikan getir pada dinding-dinding nadimu.

Sadar itu memang datang di belakang jalan.

Nyatanya memang benar! cahaya yang terlalu cepat datang itu menyilaukan, sungguh menyilaukan dan melenakan jalan.

Maka dengan seizinmu jugalah satu dari kalimat saktimu itu akan tergunakan.

Semoga,

2 Responses

  1. efi
    May 25, 2010 at 2:24 am |

    hmmm…semoga :)

  2. Fajar2908
    June 28, 2010 at 4:35 am |

    Aku tidak mudeng dengan kata-katamu kaka…

Leave a Reply