Bahasa Untuk Siapa?
Bagaimana kabar njenengan di sana wahai ‘orang asing’, lama tak bersua, semoga sahaja semuanya baik adanya.
Entah angin jenis apa yang membuat saya kembali teringat sebuah pernyataan yang dari mana asalnya mengatakan bahwasanya rumput tetangga lebih hijau.
Ya! Untuk beberapa hal rumput tetangga memang lebih hijau. Untuk beberapa hal saja, beberapa.
Syahdan, konon, ketika sore nan syahdu di bawah rintikan dan rintihan hujan, sesudah belajar bersama, ada seorang rekan bertanya tentang arti kalimat dalamĀ bahasa Inggris pada brosur dekil di atas meja. Sebuah brosur promo produk yang tidak perlu saya jelaskan kembali, tentu njenengan tahu bahwasanya brosur promo tentu berisi tentang penawaran suatu produk, tentunya.
Hal yang menarik dilirik adalah frase yang ada. Karena kejarangan membaca bahasa Inggris serta keluguan ilmu, membuat bahasa aneh yang ada menjadikan sebuah penderitaan berkepanjangan. Bahasa-bahasa aneh, frase-rase membingungkan, kata-kata yang tidak dimengerti. Mungkin njenengan menyangka kata-kata yang ada merupakan bahasa latin dari senyawa kimia atau apalah namanya, tapi nyatanya bukan dan jelas bukan. Isinya merupakan penawaran produk yang menjelaskan cara kerja produk terkait.
Bisa saja orang lain paham dengan bahasa si penyampai brosur tadi, bisa saja.
Atau boleh jadi sudah jamannya bahwa bahasa negara luar menjadi lebih masyhur, lebih tinggi, lebih gawol, lebih bergaya dibanding dengan bahasa negara sendiri? Itu hanya perkiraan sahaja, saya belum membuat penelitian tentang hal ini, tapi boleh jadi.
Sehingga jangan terbengong keheranan, kalau eh kalau banyak teman Indonesia kita yang memasang status di fesbuk dengan bahasa Inggris. Sehingga jangan terbengong keheranan pula kalau banyak tulisan liar dari luar negeri dijadikan rujukan. Bukan karena isi yang tersurat tapi karena aura bahasa luar yang ternyata membutakan hati dan jiwa.
Sehingga pada masanya nanti, beberapa puluh atau ratus tahun mendatang ketika keturunan njenengan tanpa sengaja tersesat di halaman ini. Maka keturunan njenengan akan banyak dan sangat banyak bertanya tentang maksud tulisan yang ada di halaman ini, padahal dia orang Indonesia! Yang harusnya paham bahasa Indonesia!
Ternyata eh ternyata, memang bahasa asing lebih biasa dipake buat iklan dari pada bahasa indonesia.
Fajar
13 May 10 at 11:27 am
hehehee…
emg c…nek swtu bahasa tidak dilestarikan dan menjadi jarang digunakan, akan tiba masa.ny bahasa tersebut akan punah…di linguistics bysa qta sebut sbg ‘language death’…
dan emg dh ad fenomena seperti itu,,,dibelahan bumi lain…
miffz
15 May 10 at 7:51 pm
ehm..all izz well.perkembangan bahasa mengacu pd budaya global. bhs daerah jga bsa saja tergusur oleh bhsa nasional. tapi indonesia bisa bersatu dgn itu. tp pd titik tertentu orang akan jenuh & mulai merindukan bhs daerah atau mungkin bahasa indonesia yg trgusur bhs inggris. prgerakan yg baru2 ini adl kebangkitan bhs daerah.
john ws
18 May 10 at 7:21 am