Menurut njenengan semuanya, seorang muda itu harusnya bagaimana?
Pertanyaan ini sempat terlintas di bebalnya pikiran saya ketika sempat mampir makan mie ayam di sebuah warung makan bersama sahabat saya inung, seorang karyawan UB MTA.
Mungkin sebuah alasan sederhana bahwa agar diterima dalam suatu komunitas ada tumbal yang harus diberikan, katanya. Perlu ikut merokok agar dikatakan bahwa kita memang benar-benar laki-laki, perlu berhubungan dengan seorang yang bukan mahrom yang dalam tatanan kontemporer dinobatkan dengan nama pacaran agar kita disebut sebagai laki-laki yang benar-benar laki-laki, dan sebagainya njenengan pasti punya contoh yang lain. Kadang disebut pengorbanan, ketololan, malah sampai kepada dosa.
Sambil mendendangkan lagu kangen band, para kangeners kangeners itu bermain kartu, sesekali berteriak, sesekali tertawa, sesekali memaki dan berulang kali melempar kartu tentunya. Berjingkrak, melonjak, tertawa terbahak-bahak. Mungkin itu bentuk tumbal yang mereka perlu lakukan agar diterima di komunitas yang mereka anggap mampu memberikan kenyamanan bagi mereka, saya tidak bisa mengatakan itu salah, karena salah dalam luapan emosi saya bisa benar dalam luapan kelalaian yang lain, tapi hati kerdil yang mengintip di dalam sanubari ini mencoba berbisik mengucap,"kayaknya ada yang salah dengan yang semua ini".
Ahh sudahlah, aku hanya sedikit kembali mengingat sepenggal lirik lagi Sheila On Seven,"Bersenang-senanglah karena hari ini akan kita rindukan...", silahkan merindu apa yang tidak kita punyai esok hari.
Mozilla Firefox 3.0 on
Linux
Windows XP
Opera 9.27 on 
