Sebut saja kumbang, hanya anak manusia biasa, seperti aku engkau dan kita semua. Bukan golongan ningrat, pangeran, ataupun sekadar superhero yang tertawa dan berlagak sebagai manusia yang dipuja dan tanpa dosa.
Becinta dan bercita pengin menjadi orang yang bisa menebarkan manfaat dan semangat bagi semua, tak terkecuali aku engkau dan kita semua. Menjadi tidak lacur adanya kalau beberapa posisi di dunia ingin ditempati, bahkan ketika detik pingin dihentikan untuk sementara, demi mengusung tema perwira, 'Menjadi Manusia Beberapa Dunia'. Sebuah semengat yang tetap diusung untuk mematikan waktu, layaknya semboyan para pecinta alam :
Jangan membunuh sesuatu kecuali waktu
Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar
jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak
Maka lihatlah sekarang si kumbang, bergerak lepas layaknya sepoi angin yang menerbangkan butir butir gandum, halus dan bermakna.
Tak ayal terlihat si kumbang merasa tertatih dan kembali bertanya pada dirinya, "Apa yang hendak dicari di dunia yang hanya sementara ini sahaja". Tapi si kumbang tak patah arang sebuah kata dari teman-temannya mampu memompa semangar dalam dada, bahwasanya dunia adalah ladang untuk menebus mahalnya kampung surga.
Jangan kau tanya berapa perih yang sempat tertatih, berapa luka yang pernah ternoda, karena kumbang tetaplah kumbang. Yang bergerak berkembang ke arah mana dia suka, yang perlu kita lakukan adalah melihat seberapa jauh kumbang itu mampu berlari, seberapa tinggi kumbang itu mampu meninggi, sambil sesekali mengingatkan bahwa pandai-pandai saja mengatur diri serta ingat pada tujuan semula.
Jangan kau tatap aku seolah kau sinis dan mengatakan bahwa akulah si kumbang, bukan, aku bukan si kumbang yang ini. Mungkin aku hanya teman si kumbang, mungkin pula aku hanya bermimpi tentang si kumbang, atau bisa juga kumbang ini hanya anganan omong kosong di pikir yang mlompong.
Tapi aku suka semangat si kumbang, menjadi manusia beberapa dunia, itu saja.
Mozilla Firefox 2.0.0.14 on
Windows XP
Linux
Opera 9.21 on
Ubuntu Linux
