Sambil makan pagi berlauk tempe harga 300 per biji bersama teman-teman seasrama memang menyenangkan, apalagi dengan ditambah hiburan manusia berulah di depan teve, ingat kita baca nya teve bukan tivi ataupun tipi bu Fadhilah guru ku SMA MTA pernah mengajariku hal seperti itu.
Ada manusia yang tega membabat adiknya sendiri lantaran urusan montor, ada wanita yang menggugurkan bayi nya -bukan bayi haram, bayi khan lahir dalam keadaan suci-, ibunya saja yang agak ehm.. bejat. Ada penyanyi dangdut yang bertindak semaunya, bergerak, bergoyang, sehingga kalau bergoyang seolah bumi ikut berguncang. Ada pula orang yang ngomong tak karuan tentang hak asasi manusia.
Ahh...sudahlah lirik iwan fals, bagus juga ternyata
Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makanNamun caranya berbeda
Dalam memperoleh makananBinatang tak mempunyai akan dan pikiran
Segala cara halalkan demi perur kenyang
Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan
Padahal di sekitarnya tertatih berjalan pincangNamun kadangkala
Ada manusia seperti binatang
Bahkan lebih keji dari binatangTampar kiri kanan
Alasan untuk makan
Padahal semua tahu dia serba kecukupanHimpit kiri kanan
Lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental kurus kering kelaparan
lirik diambil dari http://iwanfals.wordpress.com/2006/10/15/opiniku/
Mozilla Firefox 2.0 on
Windows XP
Opera 9.02 on
Flock 1.1.1 on
Internet Explorer 7.0 on 
