Secara default, saya, mungkin juga termasuk njenengan semua, adalah golongan orang-orang yang masih menganut paham dan juga prinsip ekonomi dalam menerapkan liku-liku kehidupan di dunia yang sementara ini. Saya tidak berani memberikan sebuah teori yang membabi buta dengan mengatakan bahwa semua orang suka dengan yang murah, karena njenengan, saya, dan juga banyak orang bisa melihat bahwa ada beberapa orang yang walaupun suka dengan yang murah namun musti terkalahkan dengan sebuah ego hedonisme yang terpatri di kedalaman diri.
Kalau anda tinggal di lokasi daerah Yogyakarta tentu anda mengenal dengan lokasi keramat yang dinamakan dengan klithikan, sebuah lokasi pertempuran sengit antara seorang penjual yang getol memegang bandrol harga barang yang terpadukan dengan seorang pembeli yang juga ikut getol memegang berkurang nya kuantitas isi dompet. Di klithikan yang sekarang berada di daerah pakuncen, njenengan semua hampir bisa menemukan semua barang yang anda cari, kalaulah misalnya njenangan di siang hari nya kehilangan barang semisal helm cobalah di malam harinya anda menyambangi tempat ini, siapa tahu helm anda sekadar hanya berpindah tempat untuk sementara, untuk sekedar jalan-jalan dengan orang lain dan akhirnya harus dipindah tangankan kepada pembeli di lokasi Nganyang Senganyang Ngayangnya ini.
lanjut...
