Hidup Memang Berat, Tapi…

Percayalah, beberapa kali aku sempat mampir ke halaman facebook kalian, adik-adikku, juga twitter dan beberapa media lainnya. Dan terlihat memang zaman sudah begitu hebatnya berubah bukan? Sungguh hal yang patut disyukuri, tentunya.

Dengan facebook kita semua bisa saling terhubung satu dengan yang lain. Lain dengan yang lainnya lagi. Lainnya dengan lainnya lain yang lain.

Dahulu kala adikku, orang akan dengan enggan mencantumkan nomor handphone yang dimiliki. Sungguh sangat enggan. Tapi kini, dengan adanya facebook, ketahuilah adikku banyak orang berebut untuk menampilkan nomor handphone yang mereka miliki.

Pun begitu juga dengan hal yang lainnya adik-adikku. Akan kalian lihat orang menasehati diri melalui tulisan tulisan singkat. Membagi tulisan-tulisan pembangkit semangat dari status yang lainnya. Foto-foto ajakan kebaikan dari sumber yang lainnya pula. Sungguh media facebook yang layak dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Namun adik-adikku, dari facebook pulalah akan kalian lihat banyak orang berebut pula untuk hal-hal yang entah apa guna. Berbagi cerita, berbagi gambar yang malah membuka aib sendiri. Ahh, kalian pasti lebih tahu tentang kata-kata ini. Bukannya dulu kita mendapat pelajaran yang sama tentang itu. Dan ya, kita cuma perlu waktu barang sebentar untuk menyalurkan energi inti pelajaran yang sudah kita miliki kepada kesadaran.

Ada yang melalui status facebook nya bercerita tentang kemarahan, ada yang melalui foto-foto nya bercerita tentang petualangan dan jiwa muda, ada yang melalui status-status nya berujar tentang keprihatinan, pun ada juga yang melalui foto dan status nya ternyata malah membuka dosa yang tidak seharusnya terbuka.

Zaman yang berat bukan?

Dan adikku, ketahuilah hal-hal itu kemudian menjadi pesan berantai untuk manusia lainnya. Satu cerita akan membawa cerita lainnya. Satu foto akan mempengaruhi manusia lainnya. Satu status akan disambut status-status baru lainnya. Satu kebaikan akan memantik kebaikan yang lainnya pula. Dan tentu saja, satu keburukan, satu dosa akan disambut dengan dosa-dosa turunan lainnya.

Dan ya, tiba-tiba saja aku teringat ospek yang ada di beberapa kampus kita semua. Satu pembentakan pada suatu generasi. Akan disambung dengan pembentakan dari generasi yang pernah dibentak, kepada generasi sesudahnya, dan seterusnya terusnya. Ups, maaf kalau pembicaraan malah ngelantur, tersebab ospek beberapa hari ini yang kadang membuat gemas. Hmm…

Begitulah adikku, satu kegiatan kita, bisa berimbas menjadi dosa turunan untuk generasi-generasi sesudah kita. Dan tentunya akan ada ‘perhitungan’ khusus nantinya untuk semua hal itu.

Tapi adikku, hidup memang berat, lingkungan memang berputar begitu cepat, rekan-rekan pun berganti begitu cepat, dan begitu juga kita. Kita juga berubah begitu cepat, tanpa kita sadari tanpa kita mengerti.

Tapi adikku, tentu tidak selayaknya menyalahkan anugerah hidup yang kita miliki sekarang. Karena memang hidup itu berat, tapi tidak ada alasan untuk tidak taat.

Semoga Allah yang kuasa, menuntun kita untuk mengetahui bahwa yang benar itu tampak benar. Dan selanjutnya kita diberi kekuatan untuk melakukannya. Dan semoga Allah yang kuasa juga menunjukkan bahwa yang tidak benar adalah tidak benar, dan Allah yang maha bijaksana memberi kekuatan kepada kita untuk menjauhinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *