<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Namaku Wirawan, Adi Wirawan</title>
	<atom:link href="http://adiwirawan.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwirawan.net</link>
	<description>Begins with a prayer ends with victory</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 08:35:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Papa Ko &amp; Mama Rea</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/papa-ko-mama-rea/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/papa-ko-mama-rea/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 03:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[sasana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah cerita rekaan semata. Sungguh rekaan semata. Di suatu rumah yang terletak di daerah antah barantah. Tinggalah sepasang suami istri penggemar bintang-bintang asia. Sang suami suka bintang asia yang cewek, sedangkan si istri suka dengan bintang asia yang cowok tentunya. Dan kedua pasangan tersebut untuk selanjutnya kita beri nama Papa Ko (27 th) untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="bintang" src="http://shelvywaseso.files.wordpress.com/2011/08/gold-star-background-1.jpg" alt="" width="304" height="304" />Ini adalah cerita rekaan semata. Sungguh rekaan semata.</p>
<p>Di suatu rumah yang terletak di daerah antah barantah. Tinggalah sepasang suami istri penggemar bintang-bintang asia. Sang suami suka bintang asia yang cewek, sedangkan si istri suka dengan bintang asia yang cowok tentunya. Dan kedua pasangan tersebut untuk selanjutnya kita beri nama Papa Ko (27 th) untuk sang suami serta mama Rea (23 th) untuk sang istri.</p>
<p>Mengapa namanya Papa Ko dan Mama Rea? Jawabannya adalah biar saja, karena ini hanya cerita antah barantah, tentu pemberian namanya pun dibuat dalam bentuk khayal juga.</p>
<p>Kita lanjutkan.</p>
<p><span id="more-328"></span>Papa Ko adalah suami yang telah disebutkan tadi merupakan pria pemuja bintang asia. Bisa dilihat dari profil facebooknya, cover bergambar bintang asia. Update status per status adalah merupakan berita perkembangan tentang artis yang digemarinya. Sebut saja artis yang diminatinya, ah lebih tepatnya artis yang paling diminatinya bernama Mi Em. Maka lihatlah deretan berita tentang Mi Em selalu nangkring di status fbnya.</p>
<p>&#8220;Wah, bener-bener nie drama Mi Em in Love. Scene pas Mi Em mati di-skip ato di-omit bisa gag ya? Nontonnya 10x tp yg nangis 15x. Hikz~ #terlalu mendalami&#8221;. &#8220;Wakz~~ saia pengen sepatunya Miss Mi Em yang dipake pas call me Mi Em. huhuhu,  where should I buy that??&#8221;. &#8220;Adakah yg tau akun twitter Mi Em ?? Kayane saia nge-fans ma dy.. Ehehehe&#8221;.</p>
<p>Dan itulah beberapa status fb yang dimiliki oleh Papa Ko dan sederet status aduhai nya yang menandakan betapa kegandrungan telah menyelimuti sekujur tubuhnya. Gandrung pada Mi Em. Bintang asia itu.</p>
<p>Tapi tentu saja itu belum selesai, mungkin sesekali bisa kita lihat di kamarnya. Maka akan terlihat berjubel gambar Mi Em dari segala sudut fotografi. Ahh..Papa Ko, Papa Ko. Dan itu tentunya baru kamar, belum isi dompet nya, belum wallpaper hp nya. Belum kaos yang dimilikinya, belum souvenirnya. Mungkin kalau kita lihat lebih detail lagi, bisa saja ada tato nama Bintang Mi Em di salah satu sudut tangan kekarnya. Ahh..Papa Ko, Papa Ko.</p>
<p>Kita tinggalkan sebentar Papa Ko sang Mi Em lover di sana. Biarkan dia di sana, dan kita di sudut lain melihat seorang manusia yang mungkin mulai terlihat aneh karena kegandrungannya. Dan tiba saatnya kita mulai bercerita tentang Mama Rea. Yes&#8230;Mama Rea, wanita muda, juga enerjik penggemar Sue Santo. Bintang Asia juga tentunya.</p>
<p>Kini kita lihat sebentar twitter dari Mama Rea.</p>
<p>&#8220;Demi Film Sue Santo on the Roof Tile,  Maka Film Sue Santo back to the Village dihapus dulu. huhuhu gapapa deh, tar minta lagi. ukuran file-nya saingan!! &gt;&lt;&#8221;. &#8220;Ohhh Sue Santo, how you can be so sweet Sue Santo&#8221;. &#8220;Good Morning @sue_santo_bintang_asia ^0^ &#8220;. &#8220;@sue_santo_bintang_asia kapan main film sama @mi_em_bintang_asia #lirik Papa Ko&#8221;.</p>
<p>Dan begitulah aksi Mama Rea di twitter. Dahsyat. Heboh. Sungguh monumental tentunya.</p>
<p>Itu baru lewat jejaring twitter nya, belum yang lain. Tapi untuk urusan koleksi foto dan kegandrungan mungkin bisa lebih atau bisa kurang, atau kurang lebih sama dengan pasangannya. Papa Ko. Dari urusan wallpaper, souvenir, koleksi film, mungkin juga sampai tato tubuh. Ya, kurang lebih sama juga dengan pasangannya. hmm&#8230;mama Rea..mama Rea.</p>
<p>Bisa dibilang Papa Ko dan Mama Rea adalah pasangan muda. Yang atas takdir Allah, bersatu dalam satu tatanan pernikahan. Papa Ko pencinta Bintang Asia bernama Mi Em. Sedangkan sang istri juga pecinta aktor asia bernama Sue Santo. Ya, mereka gandrung terhadap bintag-bintang itu, terlalu gandrung bahkan. Sejak sebelum menikah. Hingga sekarang.</p>
<p>Sebagai penggemar bintang asia, Papa Ko dan Mama Rea pun berlangganan majalah asia juga, tabloid, bahkan beberapa laman di web bertajuk update berita tentang bintang asia sudah dihafal diluar kepala. Penuh girang tak terkira tentunya jika artis pujaan ada di berita. Kadang girang kadang geram. &#8220;Ahhh Mi em kamu tak pantas pakai baju itu Mi Em&#8221;. &#8220;Sue Santo tuh kan dah dibilang, kalau potong rambut jangan model itu&#8221;. &#8220;Duhh Mi Em, kenapa kamu pake sepatu kayak itu sihh..&#8221;. Dan itu hanya sedikit cuplikan singkat komentar Papa Ko dan Mama Rea ketika mendengar berita tentang artis asia pujaannya. Mi Em dan Sue Santo.</p>
<p>bersambung insya Allah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/papa-ko-mama-rea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Detik yang Berkualitas</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/detik-yang-berkualitas/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/detik-yang-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 02:22:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[sasana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=309</guid>
		<description><![CDATA[Kita semua punya detik-detik berharga dalam hidup kita. Kita semua memilikinya. Namun yang sering terjadi nyatanya kita kadang terlena, terlupa, kurang terjaga bahwasanya detik yang baru saja kita lewati merupakan detik berharga. Detik berharga dalam hidup-hidup kita. Mungkin karena kita lena tentangnya maka pada suatu waktu nanti kita akan teringat juga, teringat tentang beberapa keputusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Detik yang berkualitas" src="http://thumbs.dreamstime.com/thumblarge_444/1255460174827DWS.jpg" alt="" width="334" height="288" />Kita semua punya detik-detik berharga dalam hidup kita. Kita semua memilikinya. Namun yang sering terjadi nyatanya kita kadang terlena, terlupa, kurang terjaga bahwasanya detik yang baru saja kita lewati merupakan detik berharga. Detik berharga dalam hidup-hidup kita.</p>
<p>Mungkin karena kita lena tentangnya maka pada suatu waktu nanti kita akan teringat juga, teringat tentang beberapa keputusan yang kita buat di masa yang lampau. Tentang detik detik keputusan itu.</p>
<p>Bahwa saat itulah, ternyata adalah detik berharga dalam hidup kita. Di mana peluang dibentangkan, apakah berujung kepada kesyukuran ataupun kesabaran akan takdir yang kuasa.</p>
<p>Namanya Hanzhalah bin Abi Amir Radiallahuanhu. Temanten baru yang malamnya berduaan dengan istrinya, tetapi pagi punya cerita lain untuknya. Seruan Jihad. Gunung UHUD menunggu.</p>
<p>Memperoleh detik berkualitasnya ketika terjadi pertarungan batin. Pertarungan batin untuk memenangkan ke-<em>absurd</em>-an kenikmatan dunia ataukah memenangkan kekekalan janji langit. Maka lihatlah Hanzhalah segera bersicepat memenuhi janji langit, secepat-cepatnya, segiat-giatnya. Hingga belum melakukan mandi janabat menuju syahidnya pada saat perang UHUD saat itu juga. Subhanallah.<span id="more-309"></span></p>
<p>Dan kita dengarkan Rosulullah bersabda, &#8220;Sungguh Aku melihat Malaikat memandikan Hanzhalah bin Amir ra antara langit dan bumi dengan air awan dalam bejana terbaut dari perak.&#8221;</p>
<p>Adalagi riwayat teladan tentang Umair bin Hammam membuang kurma sambil berkata, &#8220;Bakh! Bakh! Tidaklah aku dapat masuk ke dalam jannah kecuali aku harus terbunuh oleh musuh.&#8221; Kemudian dia membuang kurma yang ada di genggaman tangan dan segera menghunus pedang untuk memerangi musuh sampai dia terbunuh. Dan dia Umair bin Hamman pun mendapat detik keputusan yang berkualitas dalam hidupnya. Segera menyongsong kebaikan yang agung dengan tanpa menunggu menghabiskan kurma di tangan.</p>
<p>Ada banyak cerita lain yang sungguh luarbiasa untuk kita jadikan pijakan tentang orang-orang mulia di sekitar Nabi. Orang-orang mulia yang sering memperoleh detik berkualitas dalam hidupnya. Karena Quran bersama mereka, karena sunnah menghiasi hidup mereka.</p>
<p>Seperti kata pak Steven Covey yang sering kita dengar juga. Bahwa 10% dari hidup adalah apa yang terjadi pada diri kita. Sedangkan 90% lainnya adalah reaksi apa yang kita lakukan dari apa yang terjadi.</p>
<p>Tentu saja dengan mengesampingkan benar tidaknya perbandingan prosentase yang ada. Paling tidak seperti itulah kurang lebihnya. Semua dari kita bisa menerima apapun dalam hidup ini. Bisa senang, bisa suka bisa duka. Namun beda orang akan beda juga cara memaknai hidup. Maka dari pemaknaan inilah tentunya akan menghujung pada keadaan yang berbeda pada tiap orang. Walaupun masalah yang diterima sama. Tapi karena detik penentuan yang berkualitas ini berbeda, maka tentu saja keadaan yang dicapaipun akan berbeda pula semestinya.</p>
<p>Silahkan meminta pada Allah tuhan kita, silahkan belajar dengan sebenar benar belajar dan silahkan berkumpul dengan orang-orang baik dan sholeh. Karena dari Allah dan orang-orang itu kita berusaha menyesap energi yang sebanyak-banyaknya, energi langit yang seluas-luasnya. Karena dengan membersamainya &#8211; Allah dan orang-orang sholeh- kita akan lebih mengerti cara menuju hidup yang sesungguhnya. Karena dengannya pula kita akan dalam tuntunan sesungghunya.  Agar kita mendapat detik yang berkualitas dalam hidup kita.</p>
<p>Dan sidang pembaca yang berbahagia silahkan memilah dan memilih detik detik yang berkualitas dalam hidup njenengan. Silahkan <img src='http://adiwirawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/detik-yang-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>solved : WordPress database error: [MySQL server has gone away]</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/solved-wordpress-database-error-mysql-server-has-gone-away/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/solved-wordpress-database-error-mysql-server-has-gone-away/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 03:01:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertamax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[If all of you face these message (WordPress database error: [MySQL server has gone away]) . Don&#8217;t worry you are not alone. Simply download http://upload.ugm.ac.id/408wp-db.zip . Extract these wp-db.zip. And you will found file named wp-db.php after that upload it to wp-includes directory. That&#8217;s it. That&#8217;s it? Ya, that&#8217;s it. Trust me it work &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>If all of you face these message (WordPress database error: [MySQL server has gone away]) . Don&#8217;t worry you are not alone. Simply download <a href="http://upload.ugm.ac.id/408wp-db.zip" target="blank">http://upload.ugm.ac.id/408wp-db.zip</a> . Extract these wp-db.zip. And you will found file named wp-db.php after that upload it to <strong>wp-includes</strong> directory.</p>
<p>That&#8217;s it. That&#8217;s it? Ya, that&#8217;s it. Trust me it work <img src='http://adiwirawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
 <script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "ca-pub-6439037950144358";
/* adiwirawan clean */
google_ad_slot = "2078563032";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/solved-wordpress-database-error-mysql-server-has-gone-away/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Penuh Keajaiban</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/dunia-penuh-keajaiban/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/dunia-penuh-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 02:41:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[one day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari. Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana rencana-rencana hidup terurai dan terejawantahkan dalam keseharian namun tetap saja kekuasaan yang Maha kuasa yang tetap akan menggenggam semuanya. Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="amazing life" src="http://www.chilloutpoint.com/images/2010/04/amazing-non-photoshopped-pictures/amazing-non-photoshopped-photos-04.jpg" alt="" width="210" height="139" />Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari.</p>
<p>Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Di mana rencana-rencana hidup terurai dan terejawantahkan dalam keseharian namun tetap saja kekuasaan yang Maha kuasa yang tetap akan menggenggam semuanya.</p>
<p>Kita hidup di zaman penuh keajaiban dan penuh kejutan. Kita lihat berapa banyak orang bertumbangan dalam perjalanan, kita lihat berapa banyak orang akhirnya mengibarkan bendera setengah tiang, kita lihat berapa banyak orang mundur teratur, mungkin mereka lupa kita masih hidup di zaman yang hebat, zaman penuh keajaiban.</p>
<p>Kita hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan. Di mana tabir rahasia masa depan dibentangkan untuk dipilih kemudian ditentukan.</p>
<p>Kita hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan. Di mana harapan kemarin hari kadang tak sama dengan kenyataan pada saat ini.</p>
<p>Tapi, kita masih hidup di zaman keajaiban dan penuh kejutan, yang memberikan rasa harap dan cinta yang mendalam untuk mereka yang masih percaya akan terwujudnya kesyukuran. Karena ini zaman keajaiban, zaman milik kita semua.</p>
<p>Dan akhirnya keajaiban sering diberikan kepada mereka yang masih percaya!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/dunia-penuh-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Afika, Tangan Kanan Dong</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/afika-tangan-kanan-dong/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/afika-tangan-kanan-dong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Feb 2012 07:05:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[sisi mata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Afika&#8230;kalau makan pake tangan kanan ya sayang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="Afika" src="http://4.bp.blogspot.com/-jhK5tU5C6iw/T0znxW7BzHI/AAAAAAAAAbY/fW1cBK0WUrw/s1600/afika.jpg" alt="" width="500" height="800" />Afika&#8230;kalau makan pake tangan kanan ya sayang <img src='http://adiwirawan.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/afika-tangan-kanan-dong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatnya Juga</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/saatnya-juga/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/saatnya-juga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 09:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[sasana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Kau tahu kawan, saatnya juga kuasa Allah sang Pencipta mengajak makhluk untuk kembali memahami bahwasanya kita tiada berdaya, kosong dan tak bermakna. Ada saatnya juga Allah menebang habis ranting-ranting kepongahan dan membuang bongkah-bongkah kesombongan kita dengan begitu cantiknya. Sehingga kita terhempas, sehingga kita terlelah dengan keadaan. Ada saatnya juga lugunya pagi dan manjanya senja mengajak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 274px"><img title="saatnya juga" src="http://www.radioassunnah.com/images/doa.jpg" alt="saatnya juga" width="264" height="263" /><p class="wp-caption-text">saatnya juga</p></div>
<p>Kau tahu kawan, saatnya juga kuasa Allah sang Pencipta mengajak makhluk untuk kembali memahami bahwasanya kita tiada berdaya, kosong dan tak bermakna. Ada saatnya juga Allah menebang habis ranting-ranting kepongahan dan membuang bongkah-bongkah kesombongan kita dengan begitu cantiknya. Sehingga kita terhempas, sehingga kita terlelah dengan keadaan.</p>
<p>Ada saatnya juga lugunya pagi dan manjanya senja mengajak kita kembali ke masa di mana cerita-cerita seharusnya bermula. Sehingga pikir kita liar tak tentu arah menjalar, sehingga pikir kita terbang tak bertujuan, yang bermuara pada setan dan kebodohan. Na&#8217;udzubillah.<span id="more-261"></span></p>
<p>Tapi tetap saja kita berharap ada saatnya juga kita kembali merenungi kata-kata suci kembali, &#8220;<strong><em>Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir</em></strong>&#8221; . Ah..tentu kita bukan orang kafir kawan. Bukan. Sekali lagi bukan!</p>
<p>Dengarkan aku kawan, dengarkan. Allah masih mendengar doa-doa kita. Allah masih melihat kerja-kerja kita. Atau mungkin saat ini Allah Tuhan kita semua masih bekerja menebang dan membuang pongah dan sombong kita. Maka tetap saja berdoa pada pemilik langit. Tetap saja bekerja seperti langit mengajarkan cara bekerja. Allah masih melihat, menilai dan menunggu saat yang tepat untuk semua.</p>
<p>Sehingga ada saatnya juga kita akan bersenyum kembali dan menyungkurkan tubuh kita ke bumi, bahwa rencana Allah memang nyata indahnya, bahwa janji Allah memang nyata benarnya. Semua memang ada saatnya. Dan kita percaya.</p>
<p>- untuk negeri yang terjanji</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/saatnya-juga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Apa Saja</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/tentang-apa-saja/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/tentang-apa-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 02:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Tidak perlu menunggu bisa menulis dulu untuk mulai menulis. Tidak perlu lancar untuk memparkir mobil dulu untuk mulai belajar menjadi driver. Dan bermacam ketidak perluan menjadi sempurna yang lain yang kadang tersyaratkan untuk mulai semua yang baik. Kerjakan saja. Lalu akan mulai kita lihat keajaibannya. Dan nyatanya saya memberanikan diri menulis. Walaupun dengan tetap mengibarkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="write" src="http://3.bp.blogspot.com/-GzBvaPj4X4o/Tpj14Hb4vpI/AAAAAAAAAME/Xy0bvjrb1d0/s1600/writing.jpg" alt="" width="200" height="200" />Tidak perlu menunggu bisa menulis dulu untuk mulai menulis. Tidak perlu lancar untuk memparkir mobil dulu untuk mulai belajar menjadi driver. Dan bermacam ketidak perluan menjadi sempurna yang lain yang kadang tersyaratkan untuk mulai semua yang baik. Kerjakan saja. Lalu akan mulai kita lihat keajaibannya.</p>
<p>Dan nyatanya saya memberanikan diri menulis. Walaupun dengan tetap mengibarkan bendera setengah tiang saya katakan saya berusaha untuk mencurahkan ide yang ada di kepala itu saja. Soal bagaimana bentuknya tulisan saya, apakah sudah sempurna? ah itu nanti saja. Yang penting saya memulai dulu. One step leads to another.</p>
<p>Dan saatnya saya tuliskan beberapa tulisan. Sekedar catatan ringan untuk diri pribadi :<span id="more-250"></span></p>
<p><strong>#satu</strong> : Nyatanya setiap saat kita dihadapkan dengan pengambilan keputusan. Keputusan untuk tetap melanjutkan mimpi atau bangun. Untuk mulai tidur lagi atau membangun mimpi. Keputusan untuk memaafkan atau mendendam. Keputusan untuk bergerak atau diam terhenyak. Keputusan untuk memberi atau menagih. dan beragam keputusan yang kadang terputuskan hanya sepersekian detik dari waktu kita. Maka &#8216;jaga diri&#8217; adalah sikap untuk dapat sepersekian detik yang berkualitas.</p>
<p><strong>#dua</strong> : Yang namanya kegiatan baik dan berusaha dirutinkan memang sering membuat kita berguguran dalam perjalanan. Tapi mari tetap dirutinkan untuk tetap mengusahakan point pertama. Sepersekian detik yang berkualitas.</p>
<p><strong>#tiga</strong> : Kebahagiaan itu awalnya dari hati sendiri. Bukan dari mata. Apalagi mata orang lain.</p>
<p><strong>#empat</strong> : Syukuri yang ada. Maka keajaiban akan segera menjelma.</p>
<p><strong>#lima</strong> : Keterhijaban dengan masa depan itu akan membuat kita tetap gigih berdoa &amp; berusaha. Atau malah terhenti berusaha. Pilih saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/tentang-apa-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beda Mata, Beda Dunia</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/beda-mata-beda-dunia/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/beda-mata-beda-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 02:53:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[pandangan orang di dalam dan di luar lapangan nyatanya sering beda. Sering berbeda nyatanya. Berbeda cara pandang, berbeda cara merasakan. Saya beberapa bulan ini telah menyaksikan 2 kali kejadian yang dinamakan demo. Ada yang secara langsung ada pula yang lewat media. Mungkin njenengan berujar tentang betapa sedikitnya perbendaharaan berita demonstrasi yang saya miliki. Baiklah biar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pandangan orang di dalam dan di luar lapangan nyatanya sering beda. Sering berbeda nyatanya.</p>
<p>Berbeda cara pandang, berbeda cara merasakan.</p>
<p>Saya beberapa bulan ini telah menyaksikan 2 kali kejadian yang dinamakan demo. Ada yang secara langsung ada pula yang lewat media. Mungkin njenengan berujar tentang betapa sedikitnya perbendaharaan berita demonstrasi yang saya miliki. Baiklah biar kukatakan kepada njenengan semua wahai pembaca blog yang budiman bahwasanya saya sama seperti anda, berusaha membentuk dan menikmati dunia sedamai dan senyaman mungkin, tanpa kekerasan, penuh kesejukan, ah indahnya.</p>
<p>Kembali ke hal ihwal soal dua demo yang saya lihat. Demo yang pertama bertajuk atawa bertema tentang suatu sebab yang beraroma agama. Perbedaan keyakinan pada suatu amalan. Ketidaksefahaman dua kelompok akan amalan. Saya sulit untuk menjelaskannya di ranah ini. Mungkin suatu saat nanti ada kesempatan untuk membicarakannya. Para pendemo kelihatan geram. Dan saya senyum dan tetap diam.</p>
<p>Demo yang kedua terjadi pada sebuah akademisi. Untuk yang masalah ini saya tidak begitu faham sebab musabab. Mereka kelihatan geram smbil berteriak hebat untuk membakar gedung. Teriakan khas para demonstran mahasiswa, &#8220;Bakar! Bakar! bakar rektorat, bakar rektorat sekarang juga&#8221;. Dan saya memfoto, diam dan berlenggang bersama seorang kawan.</p>
<p>Dan sore, 4 Februari 2012. Ketika hujan mulai bersekutu dengan senja. Ditambah tamparan dingin udara. Saya melihat beberapa pemuda, perkasa, gagah, mungkin berumur kisaran smp hingga sma. Berlari, bersegera, mengejar, bergegas untuk apa? Bukan untuk mengejar cita-cita atau apalah namanya, namun untuk bersegera mengejar truk yang bersedia memberi tumpangan. Mereka begitu bersemangat. Bersemangat mencari tumpangan untuk menuju stadion yang kebetulan pada saat itu ada tim jagoan mereka yang bakal tampil. Dan saya diam dan tetap berkendara.</p>
<p>Apa yang sama? Ternyata kesamaan yang paling nyata adalah saya terposisikan sebagai pihak yang melihat kejadian bukan sebagai pelaku kejadian.</p>
<p>Dan hal inilah yang menjadikan semuanya berbeda. Berbeda dalam beberapa pandangan, dalam beberapa peran. Perbedaan ini pula yang menjadikan satu pihak bisa lebih melihat apa yang tidak bisa dilihat pihak lain. Satu pihak akan lebih terhijab terhadap akan suatu hal dibanding pihak lain.</p>
<p>Begitulah seterusnya. Akan selalu ada beda. Beda dunia, beda pula cara memaknai dunia. Saudara pembaca blog yang berbahagia, akan selalu begitu, apa yang kita rasakan belum tentu akan dirasa oleh pihak selain kita. Apa yang kita ucapkan belum tentu mau untuk orang lain ucapkan tentu saja. Apa yang kita rasa benar juga pastinya tidak mesti dirasa benar oleh orang selain kita. Karena selalu ada beda. Beda dunia, beda pula cara memaknainya.</p>
<p>Ada benarnya juga ketika kita harus beserta dengan teman-teman kita. Teman-teman tempat kita bercermin tentang diri ini. Adakah sisi yang tidak bisa kita lihat yang ternyata bisa tertangkap jelas oleh teman-teman sekitar kita.</p>
<p>Agar kita bisa melihat dunia tidak hanya dari sisi kita semata, agar kita bisa tahu bahwasanya sisi lain kita perlu banyak pembenahan.</p>
<p>- Yogyakarta, untuk semua kawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/beda-mata-beda-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Milestone</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/milestone/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/milestone/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 06:13:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syahdan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Kita memang butuh yang namanya milestone. Tonggak sejarah. Milestone untuk memperlihatkan berapa jauh kita telah melangkah, berapa pencapaian yang sudah kita wujudkan pencapaiannya, berapa tujuan yang belum kita capai kewujudannya, berapa kerja yang sudah atau belum kita lakukan, dan yang paling penting tentunya berapa syukur yang seharusnya kita panjatkan. Kepada Allah tentunya. Tonggak sejarah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita memang butuh yang namanya milestone. Tonggak sejarah.</p>
<p>Milestone untuk memperlihatkan berapa jauh kita telah melangkah, berapa pencapaian yang sudah kita wujudkan pencapaiannya, berapa tujuan yang belum kita capai kewujudannya, berapa kerja yang sudah atau belum kita lakukan, dan yang paling penting tentunya berapa syukur yang seharusnya kita panjatkan. Kepada Allah tentunya.</p>
<p>Tonggak sejarah yang bisa kita ukirkan di mana saja, di buku, di blog atau di mana saja, tulis saja, ukir saja, lalu suatu waktu kita akan menilik kembali kepada ukiran lama kita. Setelah beberapa lama.</p>
<p>Dan pada saatnya juga kita akan tersenyum indah untuk menghatur syukur betapa luar biasanya nikmat, rencana dan misteri yang Allah berikan pada hidup kita ini. Allahuakbar.</p>
<p>Mungkin kita akan menulis tentang warna hidup kita sekarang ini, ungu, hijau yang kekuning-kuningan, abu-abu samar.</p>
<p>Mungkin juga kita akan menggambarkan pola juga, garis-garis tak berpola, berputar-putar. Tulis saja, gambar saja. Mungkin pola dan warnanya menunjukkan kegamangan. Tulis saja. Karena saat itu sejarah memang baru mengajak anda menelusuri jejak zaman seperti itu.</p>
<p>Karena semua ada masanya. Karena semua ada jalannya. Maka lalui dan nikmati saja kawan.</p>
<p>#minggu-jalan-zaman-solo-jogja</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/milestone/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita-wanita Muslimah Pengukir Sejarah</title>
		<link>http://adiwirawan.net/post/wanita-wanita-muslimah-pengukir-sejarah/</link>
		<comments>http://adiwirawan.net/post/wanita-wanita-muslimah-pengukir-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 14:38:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Adi Wirawan!</dc:creator>
				<category><![CDATA[pertamax]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwirawan.net/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Dan pada saatnya biarkan saya mulai bercerita tentang beberapa wanita pengukir sejarah. Beberapa saja, iya beberapa saja. Asma&#8217; Binti Abu Bakar Asma&#8217; Binti Abu Bakar, siapa itu Asma&#8217; binti abu Bakar? Dialah seorang wanita mulia yang ikut serta dalam hijrah ke Madinah. Dia dikenal sebagai seorang wanita yang cerdas dan berkemauan kuat. Asma&#8217; binti Abu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://static.republika.co.id/uploads/images/headline/iiustrasi-_110712185610-855.jpg" alt="Flower" />Dan pada saatnya biarkan saya mulai bercerita tentang beberapa wanita pengukir sejarah. Beberapa saja, iya beberapa saja.</p>
<p><strong>Asma&#8217; Binti Abu Bakar</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Asma&#8217; Binti Abu Bakar, siapa itu Asma&#8217; binti abu Bakar?</p>
<p>Dialah seorang wanita mulia yang ikut serta dalam hijrah ke Madinah. Dia dikenal sebagai seorang wanita yang cerdas dan berkemauan kuat.</p>
<p>Asma&#8217; binti Abu Bakar lebih tua sepuluh tahun dibandingkan dengan Aisyah Ummul Mukminin.<span id="more-191"></span></p>
<p>Asma&#8217; binti Abu Bakar mendapat julukan &#8220;Dzatin Nithaqain&#8221; (Pemilik Dua  Ikat Pinggang), karena dia mengambil ikat pinggangnya, lalu memotongnya  menjadi dua. Kemudian yang satu dia gunakan untuk sufrah (bungkus  makanan untuk bekal) Rasulullah SAW, dan yang lain sebagai pembungkus  qirbahnya pada waktu malam, ketika Rasulullah SAW dan Abu Bakar Ash-  Shiddiq keluar menuju gua.</p>
<p>Kata-kata Asma&#8217; kepada putranya menunjukkan kepada kita tentang  makna-makna yang luhur. Suatu saat putranya, Abdullah, datang  menemuinya. Saat itu Asma&#8217; dalam keaadan buta dan sudah berusia 100  tahun.</p>
<p>Abdullah berkata kepada ibunya, &#8220;Wahai Ibu, bagaimana  pendapatmu mengenai orang yang telah meninggalkanku, begitu juga  keluargaku.&#8221;</p>
<p>Asma&#8217; berkata, &#8220;Jangan biarkan anak-anak kecil Bani  Umayyah mempermainkanmu. Hiduplah secara mulia dan matilah secara  mulia. Demi Allah, sungguh aku berharap akan terhibur mengenaimu dengan  baik.&#8221;</p>
<p>Kemudian Abdullah keluar dan bertempur hingga ia mati  terbunuh. Konon, Al-Hajjaj berkata kepada Asma&#8217; setelah Abdullah  terbunuh, &#8220;Bagaimanakah engkau lihat perbuatanku terhadap putramu?&#8221;</p>
<p>Asma&#8217; menjawab, &#8220;Engkau telah merusak dunianya, namun dia telah merusak akhiratmu.&#8221;</p>
<p><strong>Asma&#8217; binti Yazid bin Sakan</strong></p>
<p>Asma&#8217; binti Yazid bin Sakan. Siapa itu asma&#8217; binti Yazid?</p>
<p>Asma&#8217; adalah sosok yang cerdas, kuat agamanya, argumentasinya mumpuni,  dan mempunyai kemampuan retorika yang baik. Ia mendapat julukan  &#8220;Khatibah An-Nisa&#8221; (sang orator wanita).</p>
<p>Salah satu keistimewaan Asma adalah kepekaan indranya, kejelian  perasaannya serta ketulusan hatinya. Sebagaimana wanita-wanita Islam  lain yang telah lulus dalam madrasah nubuwah, ia tidak terlalu lunak  (manja) dalam berbicara, tidak merasa hina, tidak mau dianiaya dan  dihina. Bahkan ia adalah seorang wanita pemberani, tegar, dan menjadi  teladan di sejumlah medan perang.</p>
<p>Suatu ketika ia datang menemui Rasulullah SAW yang sedang duduk-duduk  bersama para sahabatnya. Kemudian dia berkata, &#8220;Wahai Rasulullah, aku  adalah seorang utusan kaum wanita yang datang padamu. Sesungguhnya Allah  mengutusmu bagi para lelaki dan wanita seluruhnya secara sama. Maka  kami beriman padamu dan Tuhanmu. Dan kami kaum wanita merasa terkungkung  dan terpencil dalam rumah-rumah kaum lelaki, sebagai pelampiasan hawa  nafsu kaum lelaki, dan mengandung anak-anak kalian.&#8221;</p>
<p>Asma&#8217;  melanjutkan, &#8220;Dan kalian wahai kaum lelaki, telah diutamakan atas kami  kaum wanita, dengan diwajibkan melakukan shalat Jumat dan shalat  berjamaah. Mengunjungi orang sakit, melayat orang mati, dan berhaji  setelah melakukan haji. Dan lebih afdhal dari itu, kalian juga  diwajibkan jihad fi sabilillah.&#8221;</p>
<p>Ia menambahkan, &#8220;Sesungguhnya  seorang lelaki dari golongan kalian bila keluar karena suatu kebutuhan  atau sebagai seorang mujahid, kami harus menjaga harta kalian dan  mencuci baju kalian, merawat anak-anak kalian. Apakah kami tidak bisa  bersama kalian untuk memperoleh pahala dari berbagai keutamaan ibadah  yang kalian lakukan itu&#8221;?</p>
<p>Rasulullah kagum mendengar uraian  tersebut lalu berpaling kepada para sahabat dan berkata, &#8220;Apakah kalian  pernah mendengar perkataan seorang wanita yang lebih baik darinya yang  mengadukan permasalahannya dalam urusan agamanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Wahai  Rasulullah, sebelumnya kami tidak pernah menyangka bahwa ada perempuan  yang mendapat petunjuk seperti ini,&#8221; jawab mereka.</p>
<p>Kemudian Nabi  berpaling menghadap Asma&#8217;, lalu bersabda, &#8220;Pahamilah wahai perempuan,  dan ajarkanlah pada para wanita di belakangmu. Sesungguhnya amal wanita  bagi suaminya, meminta keridhaan suaminya, mengikuti apa yang disetujui  suaminya setara dengan amal yang dikerjakan oleh kaum lelaki  seluruhnya.&#8221;</p>
<p>Mendengar jawaban Rasulullah SAW, Asma&#8217; merasa sangat gembira lalu beranjak pergi.</p>
<p><strong>Asma&#8217; Neti</strong></p>
<p>Asma&#8217; Neti. Siapa itu Asma&#8217; Neti?</p>
<p>Dialah wanita yang pada saat posting ini diterbitkan berada di samping saya. Tepat di samping saya. Mungkin juga beliau senyum-senyum kecil melihat postingan ini ditujukan untuk dirinya. Mungkin saja.</p>
<p>Dan ketika postingan ini kami baca bersama insya Allah saya sudah meletakkan tangan saya di ubun-ubunnya. Tepat di ubun-ubunnya. Seraya berdoa,</p>
<p>&#8220;<em>Allahumma Innii Asaluka Min Khoiriha wa Khoiri Ma Jabaltaha Alaihi. Wa Audzu bika Min Syarri wa Syarri Ma Jabaltaha Alaih</em> (Wahai Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan  dari apa yang Engkau berikan kepadanya serta Aku berlindung kepada-Mu  daripada keburukannya dan keburukan yang Engkau berikan kepadanya.)&#8221;</p>
<p>Saya belum begitu mengenalnya, pun dia juga belum begitu mengenal saya. Tapi tetap saja beliau adalah wanita yang telah mengukir sejarah. Dalam hidup saya, dan dalam hidup kami ke depannya. Bersama. Insya Allah.</p>
<p>Terinspirasi dari Salim A Fillah, sudah saatnya untuk mengambil cinta  kita dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara  cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta.</p>
<p>Ya rabb, Engkaulah yang menguasai hati, yang memberikan hidayah dan memenuhi hati-hati ini dengan iman.</p>
<p>Penuhilah dada-dada kami penuh sesak dengan kecintaan kepada negeri terjanji. Negeri akhirat. Cukup Negeri akhirat! Berikan kesejukan dalam kehidupan kami, getarkanlah dada ini ketika nama-Mu disebut ya Allah.</p>
<p>Jadikan lah pernikahan kami ini menjadi gerbang untuk lebih mencintai Engkau ya Allah, lebih melembutkan hati-hati kami, lebih menjadikan sholeh dan sholehah pada diri kami.</p>
<p>Dan sidang pembaca blog yang budiman dengan mengharap rahmat dan petunjuk Allah izinkan kami memohon, meminta, mengiba untuk doa panjenengan semua, semoga keluarga yang baru akan kami bina menjadi keluarga Sakinah Mawadah Warrahmah dan menjadi pijakan perbaikan untuk kami berdua. Menyesaki kehidupan dengan perbaikan dan kebaikan.</p>
<p>Mengukir sejarah bersama wanita muslimah pengukir sejarah&#8230;denganmu&#8230; (Adi &#8211; Neti)</p>
<p>(24 Desember 2011)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiwirawan.net/post/wanita-wanita-muslimah-pengukir-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

