Assessment Server, Pengambilan Sampel, Hati-hati

Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa rekan melakukan yang namanya assessment server. Hal ini dilakukan untuk mengukur taksiran beban server yang diterima dalam melakukan proses kebutuhan yang ada di kantor kami. Kebutuhan terkait sistem tentunya.

Dalam melakukan proses assessment tersebut banyak didapatkan temuan-temuan yang sebenarnya menarik untuk dikaji. Dalam hal performa. Performa dari mesin, dari alur program atau dari alur proses transaksi yang dijalankan di database.

http://www.computerinspectors.net/

Dalam database misalnya. Setelah ada inspeksi terdapat beberapa query yang ternyata menyita banyak resource, menyita banyak waktu dan akhirnya menyita banyak rasa di dada. Beberapa query berat sudah diminimalisir prosesnya, sambil tetap mencari yang lain juga pastinya.

Dalam pengaturan web server dan modul-modulnya juga. Ada beberapa temuan yang sangat menarik untuk dikaji. Pemilihan web server yang sesuai untuk kondisi kebutuhan, modul-modul yang diinstal sampai dengan jenis OS tempat meletakkan program dan juga database.

Sampai kepada proses menyusun skenario untuk hit yang mampu diterima server dalam jumlah besar. Perlu dibuat skenario. Perlu dibuat rencana. Perlu dibuat estimasi. Akhirnyalah diperlukan data tentang kondisi saat ini. Juga diperlukan data tentang kondisi ketika beban server dalam kondisi hiruk yang memikukkan.

Kondisi saat ini bisa dilihat dengan melihat log proses yang diterima. Bisa menggunakan htop atau top di linux untuk mengetahui beban proses yang diterima server. Atau bisa menggunakan awr report di database oracle untuk mencoba menggali adakah sesuatu yang dirasa berat yang sangat.

Kondisi hiruk juga perlu digali datanya. Kenapa eh kenapa kondisi hiruk juga perlu digali datanya, dan tidak cukup dengan kondisi yang sekarang berjalan saja. Karena eh karena, jangan sampai kita merasa kondisi yang kita anggap normal mewakili kondisi berjalannya sistem, ternyata eh ternyata tidak bisa mewakili kondisi secara keseluruhan. Bisa buyar, bubar dan akhirnya membuat kondisi jadi tidak karuan.

Jangan sampai, oh jangan sampai.

Ambil sampel data secara merata, biar diperoleh kesimpulan yang lebih nyata dan seutuhnya.

Dan sidang pembaca blog yang berbahagia. Ternyata urusan pengambilan contoh data ini bisa sering terjadi di sekitar kita. Dan cara pengambilan sampel data yang tidak merata hanya membuat kesimpulan akhir yang tidak nyata seutuhnya.

Misal eh misal:

Pada zaman Nabi kita yang mulia nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam dulu menyampaikan perintah Allah, maka beliau mulai berdakwah dari mulai keluarganya karena memang ini yang diperintahkan. Mulai dari keluarga sendiri. Mulai dari istri Nabi, Khadijah. Sampai dengan masyarakat sekitar beliau. Di Makkah tentunya. Ada yang mengikuti, dan ada yang menolaknya. Kita ulangi lagi, ada yang mengikuti ada yang menolaknya.

Dan Rosul kita, mula berdakwah adalah di Makkah. Makkah itu arab lho. Ada yang mengikuti ada yang menolaknya. Kita ulangi lagi, ada yang mengikuti dan ada yang menolaknya.

Ini data. Dan ini realita. Tapi kalau sampel data yang diambil tidak merata akhirnya hanya memberikan kesimpulan yang tidak mewakili kondisi seutuhnya. Yang akhirnya hanya memberikan kalimat kesimpulan yang tidak mewakili kondisi nyata seutuhnya: “Orang Arab saja tidak mau masuk Islam, lha kok kita yang bukan keturunan Arab masuk Islam”. Kalimat ini benar untuk lingkungan kecil tertentu, tapi sebenarnya belum lengkap, tapi sudah terburu-buru diberi tanda titik. Atau yang membuat kalimat semena-mena memberi titik.

Apakah semua orang Arab pada saat itu tidak masuk Islam, ataukah malah kemudian akhirnya lebih banyak lagi yang masuk Islam. Tapi misal yang disorot adalah yang Arab dan tidak masuk Islam, lalu bagaimana sampel data itu bisa mewakili kondisi nyata seutuhnya.

Sekali lagi: Ambil sampel data secara merata, biar diperoleh kesimpulan yang lebih nyata dan seutuhnya.

Semoga keselamatan tercurah kepada orang yang mengikuti petunjuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *