Barokah

Toko ibu di rumah bernama barokah. Beberapa toko di desa saya banyak pula yang bernama barokah. Beberapa juga bernama berkah. Nama adalah doa, mungkin tersebab itu barokah-lah nama yang dipilih.

Dia adalah keadaan yang ajaib. Disiapkan bagi mereka yang masih percaya. Bahwa urusan nyaman dan juga tenang tidak selamanya berurusan dengan besar uang yang ada di kepalan. Tidak selamanya terkait pula dengan kondisi jika-maka yang masuk di otak manusia. Karena sejatinya dia tersusun dari batu bata kepercayaan. Siapa yang masih percaya, maka kebaikan-kebaikan akan meniscaya menjumpainya.

Barokah tidak bisa ditipu. Karena dia tersimpan rapi, disiapkan langsung dari sang kuasa. Tidak bisa terlihat seketika saat keputusan kebaikan tertanam dan terlaksana. Tidak bisa muncul mendadak pula saat keyakinan dijalani. Bahwa urusan balasan kebaikan sebenarnya adalah urusan sang maha perkasa.

Urusan banyak uang yang diterima bisa jadi sama. Tetapi urusan ke mana habisnya uang bisa menjadi beda.

Urusan kepunyaan akan suatu materi bisa jadi sama. Tetapi urusan kenyamanan hati, siapa pula yang bisa menguasai?

Urusan ketersediaan waktu bisa jadi sama. Tetapi ke mana perginya waktu tersebut terguna, bisa jadi beda, bisa jadi bermacam rasa.

Bahwa kebenaran, kejujuran, kebaikan akan menemui barokahnya. Entah nanti atau kapan hari. Pasti.

gambar : desktopnexus.com

Feeder PDDIKTI. Sekilas.

Feeder PDDIKTI merupakan aplikasi yang diperuntukkan untuk melakukan pelaporan data akademik. Aplikasi ini cukup memudahkan. Sebelumnya untuk proses pelaporan, data yang dikirim adalah dengan menggunakan jalur FTP. Akan tetapi dengan adanya aplikasi ini, pelaporan bisa dengan mudah dilakukan, dari tiap perguruan tinggi yang menggunakannya.

Aplikasi Feeder ini bisa dirujuk di laman dikti yang ada di alamat http://forlap.dikti.go.id/files/feeder.

Setelah mendapatkan aplikasi yang terdapat di link tersebut, maka aplikasi bisa diinstall di server Windows yang kita miliki. Baca lebih lanjut

Tnsping Oracle Response Lama

Tnsping Taking Long Response
Tnsping Taking Long Response

Ada yang tidak berjalan lancar pada Oracle saya. Koneksi yang sedianya lancar jaya, sepagi ini tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Curiga bertemu dengan curiga. Listener oracle sempat beberapa kali saya delete, untuk kemudian saya buat lagi. Tapi ternyata belum memberikan hasil yang baik.

Ketika saya melakukan tnsping pada SID Oracle yang saya miliki. Wow 67830 msec. Waktu yang lama, cukup lama untuk membuat transaksi bubar jalan, dan membuat orang putus asa.

Selidik punya selidik, hal tersebut diakibatkan karena file listener dari Oracle yang terlalu besar. Pada kasus saya ini sampai dengan 4GB.

Walhasil, saya harus mencari file listener yang ada. Rename ke nama file yang baru. Dan jangan khawatir Oracle akan membuat file listener yang baru. Dan Oracle sudah bekerja dengan baik kembali. Alhamdulillah.

Hai Abul Walid, Apakah Engkau Sudah Selesai?

Suatu saat Utbah bin Rabi’ah memberikan usulan kepada pembesar Qurays. Setelah dia melihat bahwa Hamzah Radhiallahu ‘anhu masuk islam, dan semakin banyaknya pengikut Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Utbah mengusulkan akan memberikan beberapa tawaran kepada Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam, dan berharap beliau Salallahu ‘Alaihi Wassalam menghentikan dakwahnya.

Datanglah Abul Walid (kunyah Utbah bin Rabi’ah) mendatangi Rasulullah Salallhu ‘Alaihi Wassalam dan berkata, “Hai saudaraku. Selama ini saya mengenal engkau sebagai sosok yang amat baik dalam bergaul dengan keluarga, dan mempunyai nasab yang bagus. Namun engkau kemudian membawa suatu perkara yang besar bagi kaummu. Sehingga engkau membuat mereka terpecah-belah, mencela impian mereka, mencemooh tuhan-tuhan dan agama mereka, dan engkau hapus segala ajaran nenek moyang mereka. Dengarlah, saya tawarkan kepadamu beberapa hal, dan tolong pertimbangkan itu. Barangkali dari tawaran itu ada yang menarik hatimu dan engkau mau menerimanya. ”

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam, pribadi yang memiliki sikap menawan menjawab, “Teruskan keteranganmu, saya ingin mendengarnya dengan tuntas.” Baca lebih lanjut